SEMARANG, beritajateng.tv – Seminggu terakhir, masyarakat Kota Semarang heboh soal adanya oknum orang tua siswa yang mencoba titip anaknya di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD.
Hal tersebut terungkap oleh Sekretaris PPDB Dinas Pendidikan Kota Semarang, Fajriah. Ia menyebut, pihaknya tegas menolak walau ada orang tua siswa yang mencoba menitipkan anaknya.
“Jumlahnya cukup banyak, tapi dari mana pun godaan itu muncul tetap kami perlakuan sama, yaitu kami berupaya sesuai regulasi,” tegas Fajriah saat beritajateng.tv temui, Jumat, 21 Juni 2024.
Belakangan, pernyataan tersebut beroleh klarifikasi dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Erwan Rachmat. Erwan menjelaskan, tidak ada orang tua yang mencoba titip anak pada PPDB tahun ini.
Menurutnya, pernyataan awal soal titip anak muncul karena adanya kesalahan penafsiran dari internal Dinas Pendidikan Kota Semarang.
“Sebetulnya itu keliru yang menafsirkan. Kita sudah berbicara terkait PPDB itu kan sudah ada regulasinya. Sehingga tidak ada titip-menitip. Kalau bisa titip-menitip berarti sistem yang dibangun tidak tepat,” katanya kepada beritajateng.tv, Rabu, 26 Juni 2024.
Erwan menegaskan, alih-alih titip-menitip, orang tua siswa hanya datang untuk berkonsultasi. Mereka berkonsultasi mengenai pilihan sekolah maupun jalur pendaftaran.
Ia pun membuka pintu bagi siapa pun orang tua siswa yang ingin menemuinya untuk berkonsultasi.
“Saya jamin tidak ada. Tamu saya juga banyak dalam rangka sebatas konsultasi. Misal nilai saya bagus masuknya zonasi ya saya silahkan pindahkan ke prestasi. Pilihan satu di SMP A pilihan dua di SMP B kok sudah tidak masuk. Coba masuk pilih SMP yang lain,” terangnya.
Tak bisa otak-atik sistem PPDB, tegas tolak titip anak
Lebih lanjut, Erwan menegaskan jika sistem PPDB tidak bisa siapa pun otak-atik. Pasalnya, sistem tersebut bersifat nasional dan berlaku di seluruh daerah.
Ia mencontohkan, ada karyawan Dinas Pendidikan yang anaknya baru saja lulus SD dan tidak mendapat kuota di SMP negeri. Karyawan tersebut pun mendaftar ke swasta.
“Tidak bisa mengotak-atik sistem. Kalau ada yang mau nitip kami menolak. Sampai saat ini tidak ada. Kalau ada yang mau titip-menitip kami menolak,” kata Erwan.
Sekali lagi, Erwan menegaskan jika panitia PPDB tidak akan bisa memasukkan nama siswa yang seharusnya tidak masuk. Ia pun menjamin tidak ada titip-menitip di PPDB Kota Semarang.
“Maka jangan dipersepsi sudah ada yang menitip. Panitia tidak bisa, kecuali memalsukan data. Saya jamin tidak ada titip-menitip,” tekannya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





