JatengViral

Klarifikasi Sopir Alphard Viral di Semarang, Akui Kesalahan hingga Alasan Terobos Portal

×

Klarifikasi Sopir Alphard Viral di Semarang, Akui Kesalahan hingga Alasan Terobos Portal

Sebarkan artikel ini
Klarifikasi Sopir Alphard Viral di Semarang, Akui Kesalahan hingga Alasan Terobos Portal
Klarifikasi Sopir Alphard Viral Saat Semarang Night Carnival (SNC) 2026 di Jalan Pandanaran Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Dalam situasi yang serba terbatas itu, Hidayat mengaku sempat berkoordinasi dengan atasannya, Azis Aji Saputra. Ia kemudian di sarankan untuk meminta izin kepada petugas di lokasi penutupan jalan.

Menurut Hidayat, ia telah melakukan komunikasi langsung dengan petugas yang berjaga sebelum akhirnya membuka pembatas “safety line” dan melintas.

“Saya sudah meminta izin secara lisan kepada petugas di lokasi. Karena tujuan kami hanya ke hotel yang berada tepat di sebelah portal, saya dperbolehkan melintas,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa saat itu terdapat pengendara lain, terutama sepeda motor, yang lebih dahulu melintasi jalur tersebut. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa tindakannya tetap melanggar aturan.

Pernyataan Hidayat diperkuat oleh kuasa hukumnya, Dr. (Hc). Joko Susanto. Ia menilai kliennya telah menunjukkan itikad baik dengan mengakui kesalahan dan memberikan klarifikasi terbuka kepada publik.

Klarifikasi Supir Alphard

“Klien kami tidak menutup-nutupi kejadian ini. Ia sudah mengakui kesalahan dan menjelaskan kronologi secara utuh, termasuk adanya izin lisan dari petugas di lapangan. Kami berharap publik dapat melihat persoalan ini secara objektif,” ujarnya.

Menurutnya, posisi Hidayat saat itu adalah menjalankan tugas pekerjaan, bukan bertindak atas kepentingan pribadi.

“Tujuan klien kami hanya mengantarkan tamu ke hotel yang berada tepat di dekat lokasi. Situasi saat itu memang dinamis karena hujan deras dan kepadatan lalu lintas,” tambahnya.

Terlepas dari klarifikasi tersebut, peristiwa ini tetap menjadi sorotan luas. Aksi menerobos penutupan jalan dan melawan arus menurutnya bertentangan dengan aturan serta mencerminkan rendahnya disiplin berlalu lintas. Terutama di tengah pengamanan kegiatan besar.

Sebagai informasi, penutupan Jalan Pandanaran saat itu merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas untuk mendukung pelaksanaan Semarang Night Carnival 2026.

Namun, acara tersebut akhirnya batal akibat hujan deras yang menyebabkan genangan di sejumlah titik rute dan berpotensi membahayakan peserta.

Meski agenda batal, rekayasa lalu lintas tetap berjalan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan dan menjaga keselamatan pengguna jalan. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah