Jateng

Koas RS Kariadi Ikut Demonstrasi di Semarang, Resah BBM Naik dan Kritik Aparat Duduki Jabatan Sipil

×

Koas RS Kariadi Ikut Demonstrasi di Semarang, Resah BBM Naik dan Kritik Aparat Duduki Jabatan Sipil

Sebarkan artikel ini
koas undip
Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (Koas) Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Caraka Adhika, saat mengikuti aksi PMII Kota Semarang di depan Kantor DPRD Jawa Tengah, Rabu, 17 Juni 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Meski tengah menjalani pendidikan profesi yang menyita banyak waktu, Caraka tetap berusaha menyempatkan diri mengikuti aksi yang menurutnya menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Soroti Peluang Aparat Duduki Jabatan Sipil

Salah satu isu yang paling Caraka soroti dalam demonstrasi kali ini ialah pengesahan revisi Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Regulasi tersebut membuka peluang bagi anggota kepolisian aktif untuk menduduki sejumlah jabatan sipil tanpa harus mengajukan pensiun dini.

Sebagai mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di sektor kesehatan, Caraka mengaku khawatir apabila ruang profesional masyarakat sipil semakin menyempit.

“Iya, masalahnya itu,” ujarnya saat awak media menanyakan kemungkinan aparat masuk ke berbagai sektor sipil, termasuk kesehatan.

Menurut Caraka, aparat seharusnya tetap fokus menjalankan fungsi utama mereka sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Ia menilai jabatan sipil perlu menjadi ruang bagi individu yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya masing-masing.

Resah Harga BBM Naik, Caraka Singgung Prabowo Kunjungan Kerja ke Prancis

Selain menyoroti revisi UU Polri, Caraka juga mengaku resah dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang terjadi belakangan ini.

Menurutnya, kondisi ekonomi global memang tengah mengalami ketidakpastian. Namun pemerintah tetap perlu memastikan kebijakan yang diambil tidak semakin membebani masyarakat.

Caraka menilai pemerintah perlu lebih cermat menentukan prioritas penggunaan anggaran negara di tengah kondisi ekonomi saat ini.

“Kalau untuk kenaikan BBM belakangan tentu resah. Kalau dilihat-lihat, anggaran yang dipakai untuk entah itu pergi ke luar negeri, nah itu sebenarnya bisa dipakai untuk subsidi BBM begitu,” papar Caraka.

Caraka menambahkan, mahasiswa juga membawa sejumlah tuntutan lain terkait efisiensi anggaran dan penggunaan APBN yang lebih tepat sasaran.

“Kalau untuk tuntutan lain itu misalnya efisiensi anggaran dan penggunaan APBN yang semestinya,” lanjut Caraka.

Pelemahan Rupiah Berpotensi Dorong Harga Obat

Sebagai calon dokter, Caraka juga menaruh perhatian terhadap dampak pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap sektor kesehatan.