“Pak Presiden berpesan membumikan Pancasila harus disosialisasikan dengan cara yang menyenangkan. Yakni, musik dan seni, kuliner, serta olahraga,” kata Karjono.
Untuk menjaga nilai-nilai Pancasila, lanjut Karjono, perlu digunakan pendekatan kepada masyarakat. Salah satunya, ada dukungan dan arahan Presiden Jokowi untuk membumikan Pancasila.
“Dengan begitu Pancasila akan melekat di hati masyarakat,”kata Karjono.
Karjono mengatakan bahwa dia mendapatkan pesan langsung dari KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurahman yang sejak menjabat Pangdam Jaya sudah bekerja sama dengan BPIP.
“Bapak KSAD berpesan bahwa dia akan menerapkan salam pancasila sampai pada ujung Babinsa (Bintara pembina desa),” kata Karjono.
Kasdam IV Diponegoro Brigjen TNI Parwito membacakan pidato dan pesan dari Pangdam IV Diponegoro Mayjen Rubianto disebutkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara merupakan pegangan hidup dalam kehidupan berbangsa. Untuk pencanganan kampung Pancasila bertujuan agar masyarakat mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila, khususnya generasi muda.
“Pencanganan kampung Pancasila sangat penting untuk memutus rantai radikalisme yang tersebar di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sehinga, kampung Pancasila perlu didukung oleh seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.
Kasdam menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara merupakan dasar dari sistem pemerintahan,sistem penyelenggaraan negara dan sebagai pegangan hidup dalam kehidupan.Gagasan membentuk Kampung Pancasila agar masyarakat mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi kaum milenial atau generasi muda dengan memanfaatkan kemajuan teknologi seperti radio televisi dan media sosial serta aplikasi Kampung Pancasila.
“Keberadaan Kampung Pancasila ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran serta mendukung kehidupan masyarakat yang rukun yang santun dan berbudaya sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila,” kata Kasdam.
Kasdam mengaku, saat ini masyarakat Jawa Tengah memiliki berbagai latar belakang suku, agama dan ras keberagaman ini jika tidak dikelola dengan baik sangat berpotensi menimbulkan konflik yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal.
“Kegiatan ini memerlukan partisipasi semua komponen bangsa dan elemen masyarakat untuk terus menggelorkan dan menerapkan nilai nilai pancasila di kehidupan sehari-hari,” tuturnya.





