Pihaknya terus melakukan ssosialisasi mengenai penurunan angka stunting, khususnya mulai remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, kelahiran, hingga pertumbuhan anak umur 2 tahun terus dilakukan. Ada 44 penyuluh KB di Kota Semarang dan satu pembantu penyuluh KB desa (PPKBD) di setiap kelurahan yang melakukan sosialisasi. Penggunaan alat kontrasepsi KB juga terus dilakukan sosialisasi.
“Setelah melahirkan pakai KB agar terlindungi, jaraknya tidak terlalu dekat. Kami bekerjasama dengan kader melakukan sodialisais tersebut,” ucapnya. (Ak/El)





