Ia pun menyebut masalah ini menjadi dilema sendiri bagi ribuan guru swasta P1. Pasalnya, guru swasta juga ingin mendapatkan penghidupan yang lebih layak dengan menjadi guru berstatus ASN/P3K.
“Itu dilema tersendiri, karena guru yang mau daftar pasti guru potensial. Walaupun tertatih-tatih atau gajinya sedikit, mereka sangat di harapkan oleh swastanya tersendiri. Kalau dia mendaftar jadi guru pegawai negeri tapi kenyataannya gak bisa diterima, itu dilema tersendiri,” pungkas Messy. (*)
Editor: Farah Nazila





