“Keselamatan, kesehatan, dan lingkungan menjadi prioritas utama perusahaan. Kami memiliki target keberlanjutan yang agresif untuk 2030 dan 2050, termasuk target menuju nol emisi,” tegas Angelo.
Presiden Director A&E Indonesia, Sanjay Chandraratna, menegaskan kegiatan di Semarang merupakan fase awal dari program jangka panjang yang akan terus berkembang.
“Ini baru awal. Kami akan menambah jumlah pohon dan memperluas lokasi penanaman. Kami memulai dari Semarang karena di sini banyak pelanggan dan mitra industri kami. Namun ke depan program ini akan berkembang ke berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya.
Sanjay menambahkan, The Green Legacy Project telah menjadi bagian dari budaya perusahaan selama lebih dari 10 tahun. Serta selalu dibarengi dengan komitmen perawatan pohon setelah ditanam.
“Ini bukan hanya soal menanam pohon. Yang lebih penting adalah memastikan perawatan pohon itu dan tumbuh. Dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, pohon-pohon ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” katanya.
Kecamatan Mijen Masih Membutuhkan Penghijauan
Kepala Bidang 3 atau Pengendalian Pencemaran dan Konservasi Lingkungan Hidup DLH Kota Semarang, Priyatna, mengatakan lokasi penanaman dipilih setelah pihaknya melakukan survei di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan penghijauan.
“Kami sering berkeliling wilayah dan menemukan lokasi ini masih kurang hijau. Banyak tanaman yang mati sehingga kami berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Karangmalang dan akhirnya memilih lokasi ini untuk penghijauan,” jelasnya.
BACA JUGA: Soal SE Penghapusan Guru Non-ASN 2027, Legislator PKS: Jangan Panik
Menurut Priyatna, kebutuhan penghijauan di Kota Semarang masih cukup besar. Terutama di kawasan atas seperti Mijen dan Gunungpati yang masih memiliki banyak lahan aset pemerintah yang perlu ada penanaman kembali.
“Kami sesuaikan jenis tanaman dengan karakter wilayah agar bisa hidup dan berkelanjutan. Jadi tidak asal tanam,” pungkasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





