Jateng

Tak Hanya Bersenang-senang, Komunitas K-Pop Semarang ini Gagas Kegiatan Positif

×

Tak Hanya Bersenang-senang, Komunitas K-Pop Semarang ini Gagas Kegiatan Positif

Sebarkan artikel ini
komunitas K-Pop
Komunitas K-Pop Semarang aktif lakukan kegiatan positif. Minggu (7/5/2023). (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv).

SEMARANG, beritajateng.tv – K-Pop atau Korean Pop memang tak akan pernah habis menjadi bahan perbincangan. Memiliki penggemar dari seluruh negara di dunia, eksistensi K-Pop terus melejit hingga saat ini, tak terkecuali di Indonesia. Bahkan, ada banyak komunitas K-Pop, salah satunya di Semarang.

Semarang sebagai salah satu kota besar di Indonesia juga tak luput dari demam K-Pop atau K-wave ini. Tidak hanya itu, komunitas K-Pop yang mewadahi penggemar dari berbagai idol grup di Kota Atlas ini terus bertambah.

Founder Antariksa Project Riski Mardiani bercerita kepada awak beritajateng.tv terkait perjalanannya hingga berhasil membangun komunitas K-Pop yang cukup besar di Kota Semarang ini.

Siapa yang sangka jauh sebelum Antariksa Project ini berdiri tahun 2020 silam, ia sudah mulai membuat event kecil secara mandiri sejak tahun 2018.

Dengan ramah, alumni Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro ini bercerita bahwa ia mulanya hanya menitipkan freebies (pernak-pernik K-pop buatan penggemar yang diberikan secara cuma-cuma) lewat usaha food and beverage di Kota Semarang.

“Sistemnya saat itu nitip freebies aja di kafe-kafe, kalau ada ulang tahun K-Pop idol ya support lewat freebies aja. Waktu itu belum berani buat gathering atau pertemuan gitu,” ungkapnya, Sabtu 06 Mei 2023.

Bermula dari menitipkan pernak-pernik khas K-Pop, Riski mulai memberanikan diri untuk bekerja sama dengan kafe atau collaborative space. Uniknya, ia rela merogoh kocek pribadinya untuk menyiapkan freebies tersebut.

Di tahun 2020, ia memutuskan untuk membuat komunitas K-Pop yang bertajuk Antariksa Project. Disinggung mengenai asal usul nama komunitasnya, ia mengaku bahwa Antariksa bermula dari nama akun twitternya yakni spacerangers.

“Selain itu aku juga suka Buzz dari Toy Story kan. Terus dapat usulan dari temab kalau namain aja Antariksa, ya kaya jadi zona untuk bermain atau learning gitu,” paparnya dengan ramah kepada awak beritajateng.tv.

Komunitas K-Pop Jadi Wadah Kreativitas

Tak hanya sekadar untuk bersenang-senang, komunitas yang rutin mengadakan event seperti menonton konser online bersama atau Norabaeng ini berdiri atas kesadaran Riski terhadap penggemar K-Pop yang kerap kali mendapat stigma buruk.

“Karena aku merasa mereka itu (penggemar K-Pop) dilihatnya cuma negatifnya saja ya, kayak fanatiknya, konsumtifnya mereka saja. Mereka itu sebenarnya loyal kepada idol mereka, nah alasan kami berdiri itu juga untuk mengarahkan loyalitas mereka ke hal-hal yang positif,” tandasnya.

Riski juga menuturkan bahwa tidak sedikit remaja penggemar K-Pop yang masih krisis identitas sehingga rentan dalam menyalahgunakan loyalitasnya sebagai seorang penggemar.

“Kadang tuh banyak yang usia remaja itu masih krisis identitas. Dengan adanya Antariksa, mereka ketemu dengan fans K-Pop yang lebih dewasa. Itu tuh mereka curhat, kita sebagai yang lebih tua bisa ngasih saran yang make sense buat mereka,” tutur perempuan yang telah menjadi penggemar K-Pop sejak 2010 silam tersebut.

Selain mengadakan event kumpul antarpenggemar, Antariksa Project juga kerap mengadakan kegiatan lainnya seperti beauty class dan workshop kreatif bagi K-Popers. Hal ini semakin membuktikan bahwa K-Pop juga dapat membawa pengaruh positif bagi penggemarnya. Baginya, eksistensi komunitas K-Pop sangat penting.

“Kalau orang-orang ketemu dan mereka punya hobi yang sama kan bisa tercipta komunikasi yang baik juga kan, terus bisa bikin aktivitas positif lain juga,” pungkasnya.

“Dengan adanya K-Pop itu jangan dipandang sebelah mata. Dengan adanya Antariksa Project ini juga menunjukkan kalau anak-anak K-Pop itu bisa kreatif kok. Mereka itu punya ide-ide kreatif juga,” tandasnya.

Ia berharap, komunitas Antariksa ini bisa mengepakkan sayapnya lebih luas di kemudian hari.

“Selain komunitas, aku terpikir untuk buat media juga, kaya buat podcast dan konten rutin gitu juga deh,” tutup Riski (*).

Editor: Andi Naga Wulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp