SEMARANG, 21/4 (beritajateng.tv) -Koperasi dan UMKM sejak dulu berperan besar menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Koperasi menjadi wadah pelaku usaha dan sumber permodalan. Sementara UMKM dikenal tangguh dan mampu bertahan dari berbagai macam krisis. Karena itu, dibutuhkan peran pemerintah agar koperasi tetap eksis. Sedangkan pelaku UMKM juga perlu dibantu untuk memperoleh akses permodalan dan mampu mengembangkan pemasaran secara digital.
Hal itu mengemuka dalam Sosialisasi Non Perda “Koperasi dan UMKM Sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat” yang digelar di aula Kantor Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (19/4/2022). Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto mengatakan, koperasi sejak dulu merupakan soko guru perekonomian. Sayangnya, keberadaan koperasi saat ini mulai memudar. Terlebih belakangan ini banyak praktik investasi bodong berkedok koperasi yang merugikan masyarakat.
“Perlu kepedulian dari semua pihak agar peran koperasi kembali mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” kata Bambang Kusriyanto yang hadir secara daring.
Dia menambahkan, bagi pelaku UMKM, koperasi ikut mendorong permodalan melalui fasilitas simpan pinjam.
Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening mengatakan, peran koperasi sangat penting karena terbukti mampu membuat UMKM bertahan saat terjadi krisis moneter silam. “Saat itu, usaha besar banyak yang ambruk. Dari situ terbukti, usaha kecil lebih kuat dan mampu bertumbuh dengan adanya koperasi,” katanya dalam acara yang dimoderatori Ricky Fitriyanto tersebut.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Semarang Hadi Wuryanto menilai, peran koperasi dapat mencegah praktik yang dijalankan rentenir dan sistem ijon. “Selama ini koperasi dapat bertahan karena menggunakan azaz kekeluargaan dan gotong royong,” ungkap Hadi yang juga pengelola Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Semarang tersebut.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang, Heru Cahyono mengakui peran koperasi saat ini mulai menurun. Tercatat, sudah ada ratusan unit koperasi yang sudah ditutup karena tidak aktif. Dikatakannya, ada beberapa faktor pendukung pembangunan ekonomi daerah melalui pengembangan koperasi. Beberapa diantaranya potensi masyarakat dan kalangan pengusaha.





