SEMARANG, beritajateng.tv – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pastikan akan menyampaikan tuntutan Aliansi Masyarakat Sipil Jateng kepada KPU RI.
Salah satu Anggota KPU Jateng, Paulus Widiyantoro yang menerima audiensi perwakilan massa membenarkan bahwa demonstran tak ingin jawaban dari KPU Jateng. Namun, lanjut Paulus, mereka hanya ingin agar KPU Jateng membawa tuntutan kepada pusat.
“Kita terima perwakilan 10 orang, kita menerima aspirasi untuk disampaikan kepada KPU RI. Ada 5 tuntutan, salah satunya terkait Sirekap. Mereka tidak meminta kami menjawab, tapi meminta kami menyampaikan pada KPU RI,” ujar Paulus, Rabu 21 Februari 2024.
Massa juga menyoroti penundaan perhitungan suara yang sempat jadi instruksi Komisi Pemilihan Umum RI.
BACA JUGA: Digeruduk Demonstran Masalah Sirekap, KPU Jateng: Eror Cuma Sehari
Dalam aksi unjuk rasa itu, peserta yang hadir menduga hal tersebut merupakan satu dari banyak kecurangan selama proses Pemilu 2024. Atas hal itu, Paulus memberikan jawabannya.
“Kami tidak menunda, itu skors karena harus ada perbaikan data ekstrem, bukan menunda tapi skros,” tegas Paulus.
Tuntutan penguduran diri Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari
Bahkan, Paulus mengaku akan mengirimkan seluruh tuntutan massa aksi, termasuk permintaan kepada Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari untuk mundur dari jabatannya.
“(Mengundurkan diri) Kami menerima satu surat ini dan hasil diskusi akan kami teruskan kepada KPU RI,” jelas Paulus.
Perihal mekanisme pemberhentian Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI, Paulus sempat berhenti berbicara sejenak. Pada akhirnya, pihaknya menyebut bahwa belum mendalami secara rinci terkait pengunduran diri tersebut.
“Saya belum memahami mekanisme itu (pengunduran diri komisioner KPU RI). Masalah pemberhentian sudah diatur tersendiri, ada aturannya. Namun saya belum mendalami kondisi itu,” tandasnya.
Sementara itu, penanggung jawab aksi demonstrasi, Daniel Toto Indiono mengungkap alasannya ingin bertemu KPU Jateng. Bersama dengan 9 (sembilan) orang lainnya, ia menyebut tak efisien jika harus demonstrasi langsung ke Jakarta.
“Intinya kami akan ke Jakarta, ke KPU pusat, ora ndue duit (tidak punya uang). Maka kami sampaikan di sini,“ jelas Toto.
Ketua Relawan Ganjar Jawa Tengah itu juga membeberkan alasannya mendesak mundur Hasyim Asy’ari. Hal itu, lanjut Toto, menjadi alasan kuat bagi pihaknnya untuk memilih Kantor KPU Jateng sebagai tempat demonstrasi.
“Dengan peristiwa di pusat, kami minta dengan hormat kepada KPU Jateng, karena Ketua KPU RI itu dari Jateng. Saya minta KPU Jateng punya rasa malu supaya meminta mundur ketua dan seluruh komisioner KPU RI,” tegasnya.
BACA JUGA: Unjuk Rasa di Kantor KPU Jateng, Massa: KPU Bandar Togel ya? Kok Bisa Otak-atik Hasil Pilpres
Jika tuntutan mereka tak terpenuhi, Toto bertekad untuk mengadakan aksi kembali. Bahkan menurut klaimnya, massa yang mendaftar untuk asli lanjutan sudah banyak.
“Ini sudah banyak yang daftar, mau ikut gerakan lain. Ini aspirasi dadakan, tuntutan kami kalau Pemilu yang dilaksanakan kemarin dari KPU tidak kredibel, maka kami ingin Pilpres diulang,” tandasnya.
Toto mengaku, KPU Jateng dalam audiensi tersebut merespons cukup baik atas tuntutan pihaknya. Bahkan, lanjut Toto, KPU Jateng akan meneruskan tuntutan itu kepada KPU RI. Dengan catatan ada berkas tambahan yang harus Toto lengkapi.(*)
Editor: Farah Nazila




