Politik

Kritik Pilgub Jateng Kurang Greget, Pengamat Undip: Luthfi dan Andika itu Wakil Kepentingan Elite Pusat

×

Kritik Pilgub Jateng Kurang Greget, Pengamat Undip: Luthfi dan Andika itu Wakil Kepentingan Elite Pusat

Sebarkan artikel ini
NHS 2024 Pilgub
Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip), Nur Hidayat Sardini (NHS), saat dijumpai di Gedung Doktor Ilmu Sosial Fisip Undip, Jumat, 18 Oktober 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“Desentralisasi politik itu tidak tampak dalam Pilgub kita hari ini, bukan cuma Jateng, di Jatim juga warnanya begitu, Jabar juga. Rakyat di daerah sangat terdikte kepentingan elit pusat, karena dia bukan tidak mampu saja menentukan orang yang akan dia pilih, tapi lebih banyak memilih orang yang telah pusat pilihkan,” paparnya.

BACA JUGA: Mudah! Begini Cara Pindah TPS untuk Nyoblos Pilgub Jateng, Ada Sembilan Kelompok yang Boleh Pindah Memilih

Menurutnya, Pilkada ideal terjadi di rentang waktu 2005 hingga 2015 silam. Alasannya, desentralisasi politik masih kental dalam pelaksanaan Pilkada tersebut.

Terlebih, media sosial masih saja ramai oleh perdebatan antara pendukung Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

“Bukan hanya perdebatan siapa yang terpilih dan tidak terpilih. Sampai hari ini antara pendukung Anies dan Prabowo, itu masih terasa sekali. Tampaknya tidak selesai-selesai, karena agenda itu [Pilpres dan Pilkada] masih sekuensif,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp