“Selanjutnya kami mengajak kepada hadirin sekalian, marilah kita dengan rasa tulus dan ikhlas memaafkan segala kesalahan almarhum baik yang ԁisengaja maupun yang tidak ԁisengaja di dalam pergaulan kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
BACA JUGA: Dua Jenazah Prajurit TNI yang Gugur Padamkan Karhutla Tiba di Lanumad Semarang
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik secara moril maupun materiil, kepada keluarga almarhum.
“Dan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materiil, saya atas nama Kepala Staf Angkatan Darat dan keluarga besar TNI Angkatan Darat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas budi baik Bapak Ibu sekalian,” katanya.
Gugur Saat Jalankan Misi Pemadaman Karhutla
Sebelumnya, helikopter TNI AD dengan nomor registrasi HA-5235 mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman karhutla di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu, 4 November 2026.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.18 WIB ketika helikopter tengah mengambil air untuk keperluan water bombing, yakni metode pemadaman kebakaran dari udara dengan menjatuhkan air ke titik api.
Helikopter yang lepas landas dari Kuala Pembuang tersebut membawa delapan personel. Dalam peristiwa itu, tiga prajurit ԁinyatakan meninggal dunia, yakni Letkol CPN (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





