Jateng

Agustina Perintahkan Jajaran Siaga Bencana Semarang, Siapkan 119 Unit Pompa Beroperasi 24 Jam

×

Agustina Perintahkan Jajaran Siaga Bencana Semarang, Siapkan 119 Unit Pompa Beroperasi 24 Jam

Sebarkan artikel ini
Pemkot Semarang Percepat Peremajaan Pompa dan Normalisasi Retensi untuk Redam Banjir
Walikota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat meninjau operasional rumah pompa di Kali Tenggang Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai siaga menghadapi ancaman banjir dan bencana hidrometeorologi menjelang puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2027.

Sebanyak 119 unit pompa Pemkot siapkan untuk mengendalikan genangan, dengan dukungan puluhan alat berat, posko siaga, serta sistem peringatan dini.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meminta seluruh perangkat daerah bergerak cepat dan memperkuat koordinasi siaga bencana.

Ia menegaskan, kesiapan tidak boleh hanya berjalan ketika bencana sudah terjadi, tetapi harus mulai melalui mitigasi dan pemeriksaan infrastruktur.

BACA JUGA: Wali Kota Agustina Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Warga, Semarang Punya 199 Kelompok Urban Farming 

“Seluruh perangkat daerah bersama jajaran terkait harus siaga penuh dan bergerak cepat. Mitigasi dan kesiapan infrastruktur, mulai dari sistem pompa hingga logistik darurat, harus kita pastikan berfungsi optimal untuk melindungi masyarakat dari potensi genangan dan bencana,” tegas Agustina.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, mengatakan 119 pompa yang disiapkan terdiri atas berbagai jenis, termasuk 101 pompa portabel. Total kapasitas seluruh pompa mencapai 92.190 liter per detik.

Pompa tersebut tersebar di wilayah Semarang timur, tengah, dan barat. DPU menyiapkan pengoperasiannya selama 24 jam untuk mengantisipasi peningkatan debit air saat hujan deras.

Kesiapan peralatan juga mencakup 66 unit dump truck dan 57 unit alat berat. Armada tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan saluran, sungai, serta titik-titik yang berpotensi mengalami genangan.

“Teman-teman di lapangan memastikan kesiapan sistem pompa saat ini dalam kondisi fit dan sehat untuk menghadapi musim penghujan. Pengerukan dan normalisasi di puluhan sungai serta saluran besar juga terus kami kebut untuk memperlancar aliran air,” ujar Suwarto.

Pengerukan Saluran Menjangkau Puluhan Titik

Selain mengandalkan pompa, DPU melakukan pengerukan sedimen dan pembersihan saluran sejak Maret 2026. Pekerjaan tersebut menjangkau sekitar 38 hingga 41 titik sungai dan saluran besar.