Ekbis

Kuliner Sejak Masa Kolonial, Toko “Oen” Semarang Tetap Eksis Setelah 87 Tahun Berdiri

×

Kuliner Sejak Masa Kolonial, Toko “Oen” Semarang Tetap Eksis Setelah 87 Tahun Berdiri

Sebarkan artikel ini
kuliner legendaris di Semarang
Toko Oen, salah satu kuliner legendaris di Semarang, Jumat (12/5/2023). (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv).

SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah perubahan cepat yang terjadi di industri kuliner, ada sebuah toko yang telah bertahan puluhan tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Kota Semarang. Kuliner legendaris di Semarang ini tetap mempertahankan bisnisnya dengan berbagai inovasi.

Toko Oen, toko roti dan es krim yang legendaris, terus eksis dengan gemilang meski telah berdiri selama dekade-dekade. Toko ini menambah daftar kuliner legendaris di Semarang.

Pertama kali berdiri pada tahun 1936 oleh sepasang suami istri, Bapak dan Ibu Oen, Toko “Oen” telah menjadi tujuan favorit bagi warga Semarang dan pengunjung dari luar kota. Bangunan yang bernuansa jadul ini masih mempertahankan dekorasi dan suasana klasiknya yang khas, menciptakan pengalaman kuliner legendaris di Semarang yang tak terlupakan bagi pelanggannya.

Nurul Rofiqoh, Captain Waiter Toko “Oen” menceritakan, kebanyakan pengunjung di Toko “Oen” berasal dari wisatawan luar kota. Hal tersebut karena toko memang sudah terkenal sebagai salah satu tempat makan legendaris di Semarang.

“Kebanyakan wisatawan luar kota. Selain itu juga kalau yang langganan itu udah dari lama, orang tua, sekalian nostalgia karena pas kecil sering ke sini,” jelasnya kepada beritajateng.tv, hari Kamis (11/5/2023).

Kuliner Legendaris di Semarang, Eksis dengan Inovasi Produk

Toko “Oen” yang baru saja merayakan hari jadi yang ke-87 pada bulan April lalu ini memang terkenal akan komitmennya dalam menjaga keotentikannya. Sampai saat ini, geliat bisnis toko ini masih dipegang keluarga asli pendirinya.

“Sekarang yang memegang sudah generasi ke-4, walau Ibu Yenni juga masih membantu,” lanjut Fiqoh.

Di sisi lain, Toko “Oen” yang terkenal akan roti dan es krim khas Belanda ini ternyata telah melakukan inovasi produk. Menu-menu tradisional, ungkap Fiqoh, bahkan turut menjadi menu andalan.

“Best sellernya selain roti dan eskrim ada bestik lidah, bestik sapi, nasi goreng dan salad daging, bahkan gado-gado juga,” ujarnya.

Meski terdapat inovasi produk, toko ini tetap tegas dalam mempertahankan keaslian dan kehangatannya dalam menyajikan kuliner legendaris di Semarang. Tak heran jika toko ini menjadi salah satu ikon kuliner yang tak tergantikan di Kota Semarang (*).

Editor: Andi Naga Wulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp