SEMARANG, beritajateng.tv – Bagi warga Kota Semarang yang sering melintas di Jalan Pemuda pasti tak asing dengan kuliner legendaris pisang plenet Pak Subandi.
Lokasinya dari tahun ke tahun selalu berada di depan mal legendaris Kota Semarang, Sri Ratu. Tak heran jika kuliner ini juga mendapat julukan ‘pisang plenet Sri Ratu’.
Namun, sejak 2023 lalu, Sri Ratu sukses rebranding dan berubah nama menjadi Queen City Mall. Gerobak pisang plenet Pak Subandi pun seolah hilang tak lagi tampak di trotoar depan mal itu.
Lantas, ke manakah kuliner legendaris pisang plenet Sri Ratu pindah?
Ternyata, pisang plenet Sri Ratu sekarang menempati salah satu titik di dalam Queen City Mall. Lokasinya sendiri berada tak jauh dari pintu masuk mal.
Uniknya, meski pindah ke dalam pusat perbelanjaan mewah, pisang plenet ini masih membawa gerobak jadulnya.
Sang pemilik, Subandi, menjelaskan, dirinya sengaja mempertahankan gerobak pisang plenet sebagai ciri khasnya. Ia sendiri telah berjualan jauh sebelum Sri Ratu berdiri pada tahun 1978.
Tepatnya, Subandi mulai berjualan sejak tahun 1970. Saat itu, ia meneruskan usaha pamannya.
“Jaman dulu kalau mau ke Sri Ratu pasti beli pisang plenetnya, ibaratnya ini dulu ikon Sri Ratu,” katanya saat beritajateng.tv temui, Minggu, 7 April 2024.
Sri Ratu jadi Queen City Mall, Pisang Plenet Pak Subandi sempat khawatir tak boleh jualan di depannya lagi
Saat proyek rebranding Sri Ratu menjadi Queen City Mall, Subandi sedikit khawatir jika pihak mal melarangnya berjualan di depan troatoar. Namun, rezeki memang tidak ke mana.
Pihak manajemen mal ternyata langsung menawari Subandi untuk berjualan di dalam mal. Pasalnya, kata Subandi, pihak mal mengapresiasi dirinya yang telah berjualan selama 50 tahun lebih.
Bahkan, Subandi tidak perlu membayar uang sewa layaknya tenant kuliner lain. Selain itu, Subandi juga bisa mempertahankan gerobak lawasnya meski berjualan di dalam mal.
“Sekarang full di dalam sini, pembeli langganan pada nyari ke dalam. Udah pada tau karena kita [pihak Subandi] masukkin ke Instagram,”katanya.
Selama bulan Ramadan, Subandi menjelaskan jika usahanya mulai ramai pembeli mulai pukul 5 sore. Selain itu, kebanyakan juga dibungkus untuk dibawa pulang.
Ia menambahkan, pisang plenet miliknya akan tetap buka selama Lebaran nanti. Tujuannya yaitu untuk mengobati rasa kangen warga Semarang yang baru pulang kampung.
“Biasanya dari luar kota besok pada pulang, di Semarang pasti nyari pisang plenet sama Lumpia Mbak Lin, udah sepaket kalau Jalan Pemuda kan terkenalnya pisang plenet sama Lumpia Mbak Lin,” tandasnya.
Pisang Plenet Pak Subandi buka dari jam 13.00 WIB sampai 21.00 WIB. Satu porsi dibanderol Rp20 ribu, berisi 2 tangkep pisang plenet atau 4 buah pisang. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





