Lebih lanjut, Martin menilai pondasi akan keberhasilan pendidikan tidak hanya terbatas pada pengetahuan. Akan tetapi juga soal karakter siswa. Salah satunya saling bertoleransi.
Sebagai Sekolah Bhinneka Tunggal Ika, kata Martin, SD Mataram Semarang tentunya menjunjung tinggi semangat toleransi. Hal itu juga tercermin dalam banyaknya kegiatan keagamaan di sekolahnya.
“Terlepas kita sebagai Sekolah Bhinneka Tunggal Ika, tapi seandainya tidak pun toleransi tetap penting. Harapannya tentu anak-anak semakin mencintai perbedaan itu,” harapnya.
“Anak-anak harus jadi fanatik pada agamanya masing-masing, tetapi juga saling menghormati, mencintai perbedaan, dan tidak boleh menyalahkan agama lain,” tutup Martin. (*)
Editor: Farah Nazila





