SEMARANG, beritajateng.tv – Salah satu hewan reptil yang umum dipelihara adalah kura-kura. Tak hanya satu, bahkan terdapat beberapa jenis kura-kura yang jinak dan dapat menjadi teman bermain di rumah.
Salah satu jenis kura-kura yang familiar dan memiliki banyak penggemar di Indonesia yakni Sulcata. Kura-kura ini banyak di Afrika Utara, kura-kura darat ini memiliki cangkang dan tubuh berwarna coklat kekuningan.
Di Semarang, terdapat beberapa toko hewan reptil yang turut menjual Sulcata, salah satunya toko hewan ‘7 Reptil’.
“Sulcata kalau untuk yang bayi harganya mulai Rp 700 ribu, kalau yang besar Rp 4 juta – Rp 5 juta,” jelas Tulus Dior Royen, pemilik dari 7 Reptil.
Lebih lanjut, Royen sapaan akrabnya, mengatakan bahwa kura-kura Sulcata sempat booming pada saat Pandemi Covid-19. Tak hanya orang dewasa, Sulcata bahkan memikat perhatian anak kecil.
Kepopuleran Sulcata menurut Royen, salah satunya adalah karena faktor perawatan yang mudah. Untuk masalah pakan misalnya, kura-kura secara umum memang tergolong praktis dan mudah.
“Kura-kura itu makannya simpel, bisa sayur-sayuran dan buah-buahan, beda sama reptil lain,” lanjutnya.
Selain Sulcata, Royen juga menjual beberapa jenis kura-kura lainnya. Yang paling unik, Royen pernah berhasil menjual kura-kura jenis Aldabra seharga Rp 35 juta.
“Aldabra itu mahal karena sizenya paling besar nomor dua sedunia. Dia juga termasuk kura-kura dengan pertumbuhan paling cepet, satu bulannya hampir 3 cm,” jelasnya.
Berbeda dengan Sulcata yang berwarna coklat kekuningan, Aldabra hanya bewarna hitam polos. Namun, salah satu keunggulan dari Aldabra adalah usia hidupnya yang mampu mencapai satu abab.
“Kalau kita pinter ngerawatnya, jangan di kandang terus, itu bisa sampai 100 tahun lebih,” ujarnya.
Cara Merawat Kura-Kura Sulcata
Meski tergolong simpel dan praktis, tetapi ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam memelihara kura-kura.
Jika memelihara kura-kura yang masih bayi, dianjurkan untuk memberinya makan satu kali sehari pada pagi hari. Namun, jika kura-kura dewasa, makanan dapat diberikan sebanyak dua kali sehari.
Selain asupan nutrisi, jemur menjadi rutinitas harian yang tak boleh ketinggalan bagi kura-kura.
“Rutinitas rendam dan jemur pagi itu wajib tidak bisa ditolak karena kura-kura butuh asupan sinar matahari buat ngolah Vitamin D untuk tempurung, kalau enggak jadi lembek dan mati,” jelas Royen.
Menjemurnya di bawah sinar matahari dapat menjadi salah satu cara merawat kura-kura agar tetap sehat. Jemur kura-kura jam 10 pagi dengan durasi yang ideal sekitar 15-20 menit (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





