Superbank juga berhasil menekan rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) secara signifikan dari 149,9 persen menjadi 74,2 persen. Di sisi lain, kualitas aset tetap terjaga dengan NPL Gross turun ke 2,7 persen dan NPL Net berada di angka 0,98 persen.
“Fondasi digital yang kami bangun memungkinkan efisiensi tinggi tanpa mengorbankan kualitas layanan dan manajemen risiko,” kata Tigor menambahkan.
Fokus pada Inklusi dan Pertumbuhan Berkelanjutan
Superbank terus mendorong inklusi keuangan dengan menjangkau segmen masyarakat yang belum terlayani oleh bank konvensional.
BACA JUGA: Jawa Tengah Tak Masuk 5 Besar Penanaman Modal Asing: Realisasi Investasi UKM Tertinggi Ke-4
Selain itu, bank ini aktif menggelar program literasi keuangan bagi mitra pengemudi dan merchant Grab sebagai bagian dari strategi keberlanjutan.
Dengan performa solid di tahun pertama dan fondasi digital yang kuat, Superbank bersiap memasuki fase pertumbuhan berikutnya dengan tetap mengedepankan inovasi dan tanggung jawab sosial. (*)
Editor: Farah Nazila





