Gaya Hidup

Lebaran Ajang Silaturahmi atau “Interogasi” Kapan Nikah? Psikolog Ungkap Dampaknya bagi Anak Muda

×

Lebaran Ajang Silaturahmi atau “Interogasi” Kapan Nikah? Psikolog Ungkap Dampaknya bagi Anak Muda

Sebarkan artikel ini
Pati Ponpes
Psikolog Dra. Probowatie Tjondronegoro, M.Si. saat dijumpai di kediamannya, Jumat, 20 Maret 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

“Ada yang memilih diam, masuk kamar, bahkan sengaja tidak pulang saat Lebaran untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan itu,” tambahnya.

Generasi Muda Mulai Berani Menjawab

Berbeda dengan generasi sebelumnya, anak muda saat ini cenderung lebih terbuka dan berani menetapkan batasan.

Sebagian memilih menjawab santai, bahkan tegas, bahwa pernikahan adalah pilihan pribadi.

“Mereka bisa bilang, ‘enggak apa-apa, saya masih ingin fokus karier dulu’. Bagi mereka, menikah itu sangat personal dan tidak ingin diusik,” ujar Probowatie.

Cara Bijak Menyikapi Pertanyaan Sensitif

Untuk menghindari konflik saat Lebaran, Probowatie menyarankan respons yang tetap sopan namun tidak membuka ruang tekanan lebih lanjut.

“Cukup jawab, ‘terima kasih, mohon doanya saja’. Itu sudah cukup. Tetap santun tanpa harus menjelaskan panjang lebar,” sarannya.

BACA JUGA: Hemat Bensin, Pemerintah Pertimbangkan WFH Sehari dalam Seminggu Usai Lebaran 2026

Ia juga mengingatkan pentingnya empati dari pihak keluarga agar tidak menjadikan momen Lebaran sebagai ajang tekanan sosial.

“Silaturahmi itu seharusnya membawa kenyamanan, bukan malah membuat orang merasa terpojok,” tegasnya.

Probiwatue juga berpesan, di tengah perubahan zaman, Lebaran bisa menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih sehat dalam keluarga. Mengganti pertanyaan sensitif dengan perhatian yang lebih tulus bisa membuat suasana menjadi lebih hangat dan inklusif. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp