Jateng

Lebaran Selalu Padat, Begini Antisipasi Pengelola Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang-Solo

×

Lebaran Selalu Padat, Begini Antisipasi Pengelola Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang-Solo

Sebarkan artikel ini
Rest Area KM 456
Rombongan Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triyono Junoasmono, saat meninjau Rest Area KM 456 ruas Tol Semarang-Solo, Kamis, 6 Maret 2025. (ist)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah terus melakukan persiapan guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025. Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triyono Junoasmono, menyoroti pentingnya manajemen lalu lintas serta parkir di Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang-Solo.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, rest area di Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, ini selalu menjadi favorit pemudik. Kepadatan sering terjadi, sehingga pengelola wajib memastikan layanan berjalan optimal.

“Perlu ada strategi dalam pengelolaan agar pemudik tetap nyaman,” ungkap Triyono Junoasmono saat meninjau lokasi, Kamis, 6 Maret 2025.

Rest Area KM 456 kerap mengalami lonjakan pengunjung. Oleh sebab itu, persiapan matang diperlukan, termasuk penataan parkir dan fasilitas pendukung lainnya. Triyono berharap pengelola memiliki strategi mengantisipasi kepadatan.

BACA JUGA: Jelang Libur Nataru, Tol Fungsional Solo-Prambanan Tambah Fasilitas Rest Area hingga Mobil Derek

“Harapannya, sudah ada rencana jelas jika terjadi penumpukan kendaraan,” tambahnya.

Triyono juga melakukan pemantauan jalur mudik 2025, mulai dari Jalan Raya Kaligawe hingga Tol Semarang-Solo-Yogyakarta.

Hasilnya, jalur mudik siap digunakan meskipun beberapa titik masih dalam tahap perbaikan.

“Secara umum, jalur mudik bisa dilalui dengan lancar menjelang Lebaran nanti,” ujarnya.

Strategi dan antisipasi pengelola Rest Area Pendopo KM 456

Pengelola Rest Area Pendopo KM 456, Raymond, menyatakan telah menyiapkan berbagai langkah guna mengurangi potensi kemacetan.

Salah satu kebijakan yang pihak pengelola terapkan ialah pembatasan waktu istirahat maksimal 30 menit bagi pemudik di jalur A maupun B.

“Kebijakan ini bertujuan agar perputaran kendaraan tetap lancar,” jelas Raymond.

Selain itu, rest area menyediakan makanan kemasan bagi pengguna jalan tol. Harapannya, pemudik bisa tetap menikmati santapan tanpa harus berlama-lama di area parkir.

BACA JUGA: Rest Area Seringkali Bikin Macet, Pakar Transportasi: Pemerintah Harus Bangun di Luar Jalan Tol

“Kami menyiapkan menu makanan praktis agar bisa langsung pemudik bawa,” imbuhnya.

Fasilitas toilet portabel juga akan pihaknya perbanyak guna menghindari antrean panjang. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, antrean di toilet kerap menjadi kendala utama.

“Tahun ini, kami sudah menambah jumlah toilet sesuai kebutuhan pemudik,” tegas Raymond.

Dengan berbagai langkah antisipasi ini, harapannya arus mudik dan balik Lebaran 2025 berjalan lebih lancar dan nyaman bagi semua pengguna jalan tol. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp