“Di sini bisa menyatukan berbagai pihak, 90 persen pendukung adalah umat Islam, Katolik, Kristen, Konghucu, Hindu, sehingga umat Buddha harus memetik pesan kebhinekaan,”
BACA JUGA: Jalan Kaki dari Semarang ke Candi Borobudur, Ini Pantangan Para Biksu Thudong
Ia pun berharap, dengan momentum kebersamaan dalam thudong ini, umat Buddha di Kota Semarang dapat kembali bersatu kembali. Tanpa mempermasalahkan perbedaan organisasi maupun masalah administrasi.
“Bisa menjadi minoritas yang berkualitas seperti umat Katolik, menjadi umat Buddha yang berkontribusi seperti umat Islam,“ harapnya. (*)
Editor: Farah Nazila





