Ia menegaskan program ini merupakan bentuk kolaborasi internasional yang menjunjung tinggi nilai keberagaman. Selain memberikan pengalaman akademik, program ini juga ԁiharapkan berdampak bagi masyarakat lokal.
“Salah satu kegiatan ԁipusatkan di kawasan Sangiran, Kabupaten Sragen,” jelasnya.
Dukungan internasional juga datang dari Francois Semah. Ia menekankan pentingnya pembelajaran lintas budaya melalui studi masa lalu.
“Melalui program seperti ini, kita bisa memahami siapa kita sebagai manusia dan bagaimana membangun masa depan yang lebih baik,” ungkapnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





