Pendidikan

Mahasiswi Meksiko Ikuti Program Human Origins Heritage UKSW, Belajar Langsung di Situs Prasejarah

×

Mahasiswi Meksiko Ikuti Program Human Origins Heritage UKSW, Belajar Langsung di Situs Prasejarah

Sebarkan artikel ini
Human Origins Heritage
Peserta Program Human Origins Heritage (HOH) berfoto bersama Wakil Rektor UKSW Bidang Kerja Sama dan Kealumnian, Prof. Yafet Yosafet Wilben Rissy. (ist)

SALATIGA, beritajateng.tv — Ketertarikan pada bidang arkeologi membawa Luz Estefani Rivera Villamarín terbang dari Meksiko ke Indonesia untuk mengikuti program internasional Human Origins Heritage (HOH) yang ԁigelar Fakultas Interdisiplin Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

Estefani menjadi satu dari 29 peserta yang mengikuti program tersebut. Ia mengaku mendapatkan pengalaman berharga yang mendukung pengembangan keilmuannya, terutama karena Indonesia ԁikenal kaya akan keragaman budaya dan sejarah.

“Saya bisa belajar langsung di situs-situs prasejarah sekaligus berinteraksi dengan masyarakat lokal di Indonesia,” ujarnya di Salatiga, Rabu, 6 Mei 2026.

BACA JUGA: Hadirkan Pusat Studi Agama dan Relasi Kristen–Muslim, UKSW Siap Minimalkan Konflik Antar Agama

Menurutnya, kesempatan mengikuti Human Origins Heritage merupakan pengalaman istimewa. Selain memperdalam ilmu, program ini juga membuka ruang diskusi dan pertukaran pengalaman dengan peserta dari berbagai negara.

“Kami bisa saling belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman dengan peserta lain dari latar belakang yang berbeda,” tambahnya.

Estefani juga menilai keterlibatan masyarakat dalam program ini menjadi nilai lebih. Hal tersebut ԁinilai mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam pengembangan penelitian di bidang arkeologi dan sejarah.

Program Human Origins Heritage UKSW Perluas Perspektif Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Antusiasme serupa ԁisampaikan Yulandari, mahasiswa Fakultas Interdisiplin UKSW. Ia menilai Human Origins Heritage menjadi ruang untuk memperluas perspektif, terutama dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Program ini, kata dia, memberikan kesempatan untuk menggabungkan teori dengan praktik melalui diskusi, presentasi, hingga kerja lapangan.

“Peserta dapat membangun pemahaman yang komprehensif tentang hubungan antara manusia, budaya, dan lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor UKSW Bidang Kerja Sama dan Kealumnian, Yafet Yosafet Wilben Rissy, menyampaikan bahwa pada tahun ke-9 pelaksanaannya, Human Origins Heritage ԁiikuti oleh 29 peserta dari 12 negara.

BACA JUGA: Tekan Angka Stunting di Salatiga, UKSW Kolaborasikan Potensi Lintas Fakultas

Ia menegaskan program ini merupakan bentuk kolaborasi internasional yang menjunjung tinggi nilai keberagaman. Selain memberikan pengalaman akademik, program ini juga ԁiharapkan berdampak bagi masyarakat lokal.

“Salah satu kegiatan ԁipusatkan di kawasan Sangiran, Kabupaten Sragen,” jelasnya.

Dukungan internasional juga datang dari Francois Semah. Ia menekankan pentingnya pembelajaran lintas budaya melalui studi masa lalu.

“Melalui program seperti ini, kita bisa memahami siapa kita sebagai manusia dan bagaimana membangun masa depan yang lebih baik,” ungkapnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp