SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang mahasiswi Kimia dari Universitas Diponegoro (Undip) ditemukan tidak bernyawa dalam kamar kos di kawasan Gondang, Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis, 1 Mei 2025 dini hari.
Petugas terlihat memeriksa lokasi kejadian hingga menjelang pagi. Mereka mengumpulkan bukti serta meminta keterangan sejumlah warga sekitar.
Korban berinisial ABK, berusia 22 tahun, ditemukan meninggal dalam kondisi mengkhawatirkan, memicu kepanikan para penghuni kos.
Korban ditemukan dalam posisi tergeletak dekat kamar mandi. Ia mengenakan baju olahraga putih bertuliskan Undip serta celana pink. Di lantai tampak genangan darah yang keluar dari kepala korban.
BACA JUGA: Kemenkes Terima 2.668 Aduan Dugaan Bullying PPDS, Undip Tertinggi?
Seorang saksi mata berinisial F, yang juga penghuni kos, menyampaikan sempat mendengar teriakan minta tolong dari lantai satu sekitar pukul 01.25 WIB. Saat mendekati sumber suara, korban telah tergeletak bersimbah darah di depan kamar mandi.
“Ada darah di lantai dan dari mulutnya juga mengalir darah,” ungkap F.
Di sekitar tubuh korban, terlihat gadget berpelindung pink terjatuh dekat tangan kanan. Sebuah alat penanak nasi dalam posisi terbalik berada tak jauh dari sana.
Namun, tempat tidur tetap rapi dengan sprei abu bermotif putih, hitam, dan pink. Bantal tampak bersih tanpa noda.
BACA JUGA: Berkas Kasus PPDS Undip Lengkap, Keluarga Almarhumah dr. Aulia Desak Penahanan Tersangka
Saksi segera menghubungi penghuni lain serta tim medis. Tak lama kemudian, petugas medis menyatakan korban sudah meninggal.
Kapolsek Tembalang, Komisaris Wahdah Maulidiawati menjelaskan, pemeriksaan awal tak menunjukkan tanda kekerasan.
Menurut hasil medis sementara, korban meninggal karena penyakit autoimun jenis lupus yang memicu pecah pembuluh darah.
Untuk memastikan penyebab pasti, jenazah mahasiswi Undip tersebut kini berada di RSUP dr. Kariadi Semarang. Pihak kepolisian masih menunggu hasil resmi pemeriksaan medis lanjutan guna menetapkan kesimpulan akhir. (*)




