Peristiwa

Mahasiswi Unwahas Tewas Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta Api di Pekalongan

×

Mahasiswi Unwahas Tewas Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta Api di Pekalongan

Sebarkan artikel ini
tewas magelang // TNI
ilustrasi mahasiswi unnes tewas. (Foto: Freepik)

PEKALONGAN, beritajateng.tv – Sebuah kejadian tragis terjadi pada seorang mahasiswi asal Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang yang diduga menabrakkan diri ke kereta api di Pekalongan, Jawa Tengah.

Mahasiswi Unwahas tersebut tewas setelah tabrakkan diri ke KA Jayabaya yang berlokasi di depan palang pintu KM 99+7 Sragi. Adapun aksi nekat yang mahasiswi Unwahas lakukan ini terjadi pada hari Minggu, 26 November 2023 sekitar pukul 21.00 WIB malam.

Pihak kepolisian menemukan kartu identitas korban di dalam tasnya. Dari sana, diketahui bahwa mahasiswi Unwahas tersebut berinisial SDM berumur 25 tahun.

Mahasiswi tersebut merupakan warga Keluragan Wirosari, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Hal yang menjadi alasan korban nekat melakukan aksi berbahaya tersebut adalah karena depresi, hal ini merupakan keterangan dari para saksi.”Diduga korban bunuh diri lantaran depresi,” kata Suradi seperti beritajateng.tv lansir dari Instagram @teropongjateng.

Warga sekitaran melihat mahasiswi Unwahas tersebut pada pukul 17.00 sudah terlihat seperti orang kebingungan.

BACA JUGA: Raup Uang Hingga Rp5,1 Miliar, Ini Deretan Fakta Kasus Penipuan Tiket Coldplay oleh Mahasiswi di Jakarta

“Ada warga setempat melihat korban sudah di sekitaran lokasi sejak pukul 17.00 dan tampak seperti orang kebingungan. Warga ini juga mengatakan, korban sengaja lari ke KA Jayabaya yang saat itu melintas,” jelas Kapolsek Sragi AKP Suradi.

Lantas pada pukul 20.30 WIB, Alfin (seorang saksi) disebutkan melihat dari kejauhan jika korban tiba-tiba lari ke arah kereta yang melintas di jam tersebut.

Keterangan teman mahasiswi Unwahas

Dalam penyelidikan polisi, terdapat sebuah keterangan dari Tika, seorang teman kuliah korban. Ia menyebut bahwa korban mengikuti sebuah kelompok belajar Saung Baca Book Island Pemalang sejak tahun 2019.

Karena kelompok belajar tersebut, korban kerap pulang-pergi Semarang ke Pemalang untuk terus mengikuti aktivitas tersebut.

Mirisnya, Tika juga mengatakan bahwa belakangan ini, korban terlihat tak biasa. Bahkan ia pernah bercerita bahwa korban pernah memeriksakan diri ke Poli Jiwa RSUP Kariadi Semarang.