Gaya Hidup

Makin Canggih, Begini Tren Printer 3D di Kota Semarang, Cetak Apa Saja Jadi Benda Sungguhan!

×

Makin Canggih, Begini Tren Printer 3D di Kota Semarang, Cetak Apa Saja Jadi Benda Sungguhan!

Sebarkan artikel ini
Printer 3D dimensi
Erick Widjaya, pemilik Make3D menunjukkan produk hasil printer 3D. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Teknologi yang semakin canggih menghasilkan berbagai inovasi baru. Salah satunya printer 3 dimensi (3D).

Printer 3D mampu mengubah gambar 2 dimensi menjadi benda sungguhan. Mulai dari benda-benda industri, peralatan rumah tangga, hingga mainan hobi pun bisa ia bikin.

“Kalau dulu printer kan cuma bisa nge-print di atas kertas, jadinya cuma gambar atau tulisan; kalau printer 3D bisa ngehasilin produk,” kata pemilik Make3D, Erick Widjaya, kepada beritajateng.tv, Sabtu, 29 Juni 2024.

Erick menyebut, cara kerja printer 3D terbilang simpel. Bahkan, tak jauh berbeda dengan printer pada umumnya, yakni berdasarkan susunan lapisan (layer) bahan.

BACA JUGA: Immersive Lawang Sewu, Wahana Edukasi 3D bak Pameran Seni Harga Murah yang Jadi Favorit Wisatawan!

Bedanya, jika printer biasa menggunakan tinta, printer 3D menggunakan bahan plastik untuk mencetak objek.

“Jadi ada aplikasinya, tinggal masukkan desainnya, apa aja bisa, apa pun, ibaratnya bisa wujudin imajinasi,” sambungnya.

Saat ini, kegunaan printer 3D pun sangat beragam. Paling banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa yang memiliki kebutuhan mencetak tugas mereka. Misal: maket arsitektur, desain teknik mesin, hingga part teknik elektro.

Tak sebatas itu, printer 3D juga dapat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Contohnya dispenser rusak, sparepart rusak, bisa bikin sendiri pakai ini. Gambarnya cari di internet banyak, print sejam jadi,” ucap Erick.

Teknologi pencetak 3 dimensi belum familiar di Indonesia, printer 3D sudah jadi barang rumahan di luar negeri

Teknologi printer 3D memang masih belum familiar di Indonesia, khususnya di Kota Semarang. Namun, menurut Erick, printer 3D sudah menjadi hal yang biasa di bangsa barat.

Bahkan, beberapa negara telah memasukkan printing 3D ke dalam kurikulum pembelajaran.

“Karena mungkin ini kebutuhan spesifik, jadi belum terlalu familiar di Semarang. Tapi di luar negeri printer 3D termasuk barang rumahan,” katanya.

Erick mengisahkan, ia pertama kali tertarik dengan printer 3D sejak 5 tahun lalu. Saat itu, ia kebetulan juga memiliki hobi yang berkaitan dengan printing.

BACA JUGA: KAI dan IRPS Kolaborasi Bikin Miniatur Lokomotif 3D Print Terbesar Se-Indonesia

“Kebetulan juga di rumah ada anak-anak, terus mikir daripada beli mending bikin sendiri. Awalnya ya bikin mainan anak-anak,” jelasnya.

Selain membuka jasa printing 3D, Erick juga menjual mesin printer 3D. Bisa dibilang, ia adalah satu-satunya penjual mesin printer 3D di Semarang.

Untuk harganya sendiri beragam, mulai dari Rp1,8 juta hingga Rp5 jutaan, tergantung dari cara pengoperasiannya.

“Stigmanya printer 3D itu lama, padahal sekarang sehari jadi, kayak kalau pesen online juga pesen sekarang nyampenya besok atau lusa, mending bikin sendiri,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp