SEMARANG, beritajateng.tv – Polisi tengah menyelidiki laporan masyarakat mengenai dugaan penggunaan piagam prestasi palsu dari lomba internasional marching band.
Menurut dugaan, sejumlah siswa lulusan SMP menggunakan piagam prestasi palsu tersebut untuk mendaftar di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ke sekolah-sekolah SMA favorit di Kota Semarang.
Beberapa waktu yang lalu, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena, menyatakan pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.
“Iya, kami mendapatkan aduan itu dan kami sedang melakukan penyelidikan,” tutur Kompol Andika.
BACA JUGA: Kejadian Lagi! Piagam Palsu Lolos PPDB SMAN Favorit di Semarang
Penyelidikan ini yakni untuk menyelidiki kemungkinan adanya dugaan pidana.
“Kami lihat substansinya dulu dari motif dan modusnya,” imbuhnya.
Sebagai langkah awal, pihak kepolisian bakal memanggil pihak-pihak terkait dari sekolah, termasuk pembina dan pelatih marching band.
Selain itu, Dinas Pendidikan setempat juga akan polisi mintai keterangan. Pemberi saksi pun bakal polisi periksa lebih lanjut guna memperkuat proses penyelidikan ini.
“Kami nanti akan melihat piagam yang diduga palsu tersebut, apakah sudah dijadikan acuan untuk mendaftar di sekolah favorit di Semarang,” jelas Andika.
Dugaan piagam prestasi palsu di PPDB SMAN 3 Semarang
Sebelumnya, sebanyak 25 calon siswa diduga menggunakan prestasi pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA di Kota Semarang. Hal tersebut terungkap setelah sejumlah orang tua siswa melaporkan temuannya.
Isi dari temuan tersebut ialah 25 calon siswa dari salah satu SMP negeri menggunakan piagam marching band palsu. Piagam yang mereka gunakan menyatakan bahwa tim marching band mereka mendapat juara pertama.
Padahal, berdasarkan dokumentasi yang ada, tim marching band terkait hanya mendapat juara ketiga. Keduapuluhlima calon siswa tersebut mendaftar ke sekolah yang sama, yakni SMAN 3 Semarang.
BACA JUGA: Piagam Prestasi Diduga Palsu dipakai di PPDB SMPN Favorit Kota Semarang
Setelah melakukan penelusuran mandiri, pihak SMAN 3 Semarang menemukan fakta bahwa piagam tersebut memang palsu.





