SEMARANG, beritajateng.tv – Salah satu peristiwa penting dalam ajaran Islam, khususnya pada bulan suci Ramadan, adalah malam Nuzulul Quran.
Peristiwa bersejarah ini memperingati turunnya Al-Qur’an yang umumnya terjadi pada tanggal 17 Ramadan.
Di Indonesia, masyarakat memiliki beragam tradisi yang unik dan menarik untuk merayakan momen tersebut. Berikut beberapa tradisi khas yang dilakukan dalam memperingati malam Nuzulul Quran di berbagai daerah.
Tradisi Malam Nuzulul Quran
Khataman Al Quran
Masyarakat umumnya berkumpul di masjid atau musala untuk membaca Al-Quran secara bersama-sama hingga khatam, kemudian kegiatan tersebut berakhir dengan doa bersama.
BACA JUGA: Semaan Al Qur’an di Masjid Kauman Semarang
Tradisi ini menggambarkan semangat kebersamaan sekaligus kecintaan umat Islam terhadap Al-Quran.
Selain itu, momen doa bersama juga bermanfaat untuk memohon keberkahan serta perlindungan dari Allah SWT.
Itulah beberapa macam tradisi unik ketika tiba waktunya malam Nuzulul Quran. Komen di bawah kira-kira tradisi apa lagi nih yang kamu tahu.
Seribu Tumpeng
Tradisi Seribu Tumpeng menjadi salah satu cara khas masyarakat Keraton Kasunanan Surakarta dalam memperingati Nuzulul Quran.
Dalam tradisi ini, ribuan tumpeng diarak dari Keraton Solo menuju Joglo Sriwedari. Kegiatan tersebut juga dikenal dengan nama Tradisi Maleman Sriwedari.
Masyarakat yang datang dalam perayaan ini dapat menikmati hidangan nasi tumpeng secara bersama-sama sebagai simbol kebersamaan dan ungkapan rasa syukur atas turunnya Al-Qur’an.
Suasana acara pun semakin meriah dengan rangkaian doa serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
Kuwah Beulangong
Peringatan malam Nuzulul Quran di Aceh memiliki tradisi yang khas.
Masyarakat setempat biasanya merayakannya dengan mengadakan tradisi Kuwah Beulangong, yang juga sering terkenal sebagai Tammat Daruh atau Khatam Al-Qur’an.
Dalam pelaksanaannya, warga berkumpul untuk memanjatkan doa bersama sekaligus menyantap hidangan khas berupa kuwah beulangong.





