Mantan Pejabat Pemkot Semarang dan Pegawai BTPN Mangkir, Sidang TPPU Korupsi Kasda Rp 21,7 M Urung Digelar

Sidang kasus TPPU hasil korupsi dana kas daerah Kota Semarang senilai Rp 21,7 miliar dengan terdakwa mantan personal banker BTPN Diah Ayu Kusumaningrum, minggu lalu. (dok)

SEMARANG, 27/7 (beritajateng.tv) – Sidang lanjutan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil korupsi dana kas daerah Kota Semarang senilai Rp21,7 miliar urung digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (27/7/2022).

Penyebabnya, dua saksi mangkir saat hendak dimintai keterangan di pengadilan. Kedua saksi itu adalah mantan Kepala UPTD Kas Daerah DPKAD (kini Bapenda) Kota Semarang R Dody Kristyanto dan pegawai Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Fajar Septianto.

“Kedua saksi sudah kami kirimi surat panggilan tapi sampai saat ini tidak datang ke pengadilan dan tidak bisa dihubungi,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang, Yogi Budi Aryanto.

Dia menambahkan, dalam sidang TPPU dengan terdakwa Diah Ayu Kusumaningrum ini, saksi Fajar Septianto tidak bisa hadir karena sudah telanjur ke Jakarta.

Sementara saksi R Doddy Kristyanto tidak bisa dihubungi. Doddy pernah diadili dalam rangkaian kasus pembobolan dana kasda ini hingga ia divonis 32 bulan penjara oleh Pengadilan Tipikor Semarang.

Selain dua saksi itu, ada satu orang lagi yang sedianya dipanggil ke pengadilan. Namun, saksi yang bernama Ponco Sugiharto saat ini sudah meninggal dunia, sehingga tidak mungkin dihadirkan.

Majelis hakim kemudian memutuskan menunda sidang dan meminta jaksa untuk kembali memanggil para saksi minggu depan.

“Usahakan minggu depan hadirkan lima saksi sekaligus,” ucap Kukuh Subyakto saat memimpin sidang di Pengadilan Tipikor Semarang.

Diah Ayu Kusumaningrum merupakan mantan Personal Banker Bank BTPN Semarang. Diah didakwa melakukan TPPU hasil korupsi dana kas daerah Kota Semarang senilai Rp21,7 miliar.

Terdakwa dijerat dakwaan primer Pasal 3 ayat (1) huruf a, b dan c Undang-Undang RI Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Serta dijerat dakwaan subsider Pasal 4 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Perkara ini merupakan rangkaian dari pengungkapan kasus pembobolan dana kas daerah yang sebelumnya telah disidang. Untuk kedua kalinya Diah Ayu Kusumaningrum diadili. Kini selain jadi terdakwa TPPU ia sedang menjalani hukuman 12 tahun penjara karena korupsi. (*)

editor: ricky fitriyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published.