Scroll Untuk Baca Artikel
Jateng

Mantan Presdir PT GMM Gelar Temu Kangen Petani Tebu di Blora, Lie Kamadjaja : Politik Mengalir Saja

×

Mantan Presdir PT GMM Gelar Temu Kangen Petani Tebu di Blora, Lie Kamadjaja : Politik Mengalir Saja

Sebarkan artikel ini
Lie Kamadjaja
Mantan Presdir PT Gendhis Multi Manis (GMM) atau Pabrik Gula (PG) Blora, Lie Kamadjaja bersama para tokoh saat menghadiri temu kangen petani tebu Blora. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Lie Kamadjaja, mantan Presdir PT Gendhis Multi Manis (GMM) atau Pabrik Gula (PG) Blora, Jawa Tengah gelar temu kangen dengan sejumlah petani tebu di Blora. Acara berlangsung di salah satu kafe Kecamatan Ngawen, Sabtu, 2 Maret 2024 sore.

Kegiatan tersebut cukup mengejutkan. Hampir 7 tahun tidak muncul di Blora, mendekati Pilkada Lie tiba-tiba menemui para petani tebu yang dulu pernah menjadi mitra saat masih menjabat sebagai Presdir PT GMM.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

BACA JUGA: Masa Giling 2023 PT GMM Targetkan Serap 500.000 Ton Tebu Rendemen 8 Persen

Dalam temu kangen itu tampak hadir Wakil Ketua DPRD Blora dari Partai Golkar Siswanto, Anggota DPRD Jateng Abu Nafi, dan Anggota DPRD Blora dari Partai Perindo Suyono. Ada juga Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Anton Sudibyo dan para petani tebu Kabupaten Blora.

Disinggung soal kedatangannya ke Blora apakah ada misi mau mengisi bursa Calon Bupati Blora, mantan Presdir PT GMM itu hanya tersenyum.

“Saya ingin fokus bangun pabrik gula saja, kalau jalan hidup orang ya nggak penah tahu. Ya namanya politik ya bukan bisnis, kalau itu saya ngalir sajalah,” ungkap Lie Kamadjaja.

Pendiri PT GMM ini melihat Blora membutuhkan banyak investor untuk memajukan kota agar bisa menyerap tenaga kerja lokal.

Saat ini, Lie Kamadjaja sedang fokus membangun pabrik gula yang ada di Rembang. Ia berjanji akan membangun pabrik juga di Blora.

“Kalau seperti GMM katakanlah karyawan 1000 orang kalau lagi giling ya. Tapi kalau di lapangan lahan 5.000 hektare yang kerja 10, berarti 50.000 orang,” jelas Lie Kamadjaja.

Ia menambahkan, jika ada dua pabrik, berarti tenaga kerja bisa dua kali lipat. Belum jika ada turunannya seperti pabrik pupuk dan pabrik lain, Blora akan sama majunya dengan Kabupaten lain.

Lie Kamadjaja melihat Blora mengalami kemajuan

Lie juga melihat Blora saat ini mengalami kemajuan daripada saat ia menjadi orang nomor satu di PT GMM dulu.

Tinggalkan Balasan