Jateng

AHY dan Polda Jateng Akan Ungkap Mafia Tanah di Jateng Dalam Waktu Dekat

×

AHY dan Polda Jateng Akan Ungkap Mafia Tanah di Jateng Dalam Waktu Dekat

Sebarkan artikel ini
AHY
Menteri Agraria dan Tata Ruang, merangkap sebagai Kepala Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai menghadiri acara di Gedung Gradhika Praja Bhakti Jawa Tengah pada Jumat, 12 Juli 2024. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menteri Agraria dan Tata Ruang, merangkap sebagai Kepala Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan mengungkap tindak pidana kejahatan pertanahan dalam waktu dekat.

Menariknya, AHY akan melakukan pengungkapan itu bersama jajaran Polda Jawa Tengah.

“Saya sampaikan dalam sambutan, Senin saya akan melakukan pengungkapan tindak pidana kejahatan pertanahan. Bersama jajaran Polda Jateng, termasuk Kejaksaan Tinggi Jateng,” ujar AHY usai menghadiri acara di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat 12 Juli 2024.

Dalam kesempatan itu, AHY pun menyebut Hadi Cahyanto selaku Menteri ATR/BPN sebelumnya, membenarkan banyak masalah soal pertanahan.

“Beliau (Hadi Cahyanto) juga menyatakan memang banyak sekali permasalahan yang masuk ke Menko Polhukam, didominasi urusan pertanahan. Masalahnya kompleks sekali,” beber AHY.

BACA JUGA: Nana Sudjana Dampingi AHY Luncurkan Layanan Elektronik di 29 Kantor Pertanahan

Ia bercerita, saat berkunjung ke daerah padat penduduk dan lebih banyak hutan, pasti tak luput dari isu pertanahan dan tata ruang.

Baginya, masalah kejahatan tanah ini bukan sesuatu yang terjadi kemarin hari.

“Sudah belasan, bahkan puluhan tahun. Meluruskan yang sudah kusut itu tidak mudah, butuh waktu. Pemerintah tegas menindak segala hal yang melawan hukum, misalnya mafia tanah,” terang AHY.

PTSL sudah capai 90 persen dari target

Lebih lanjut, Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang berada di bawah naungan Kementerian ATR/BPN ditarget 126 juta bidang tanah per tahun 2025.

AHY menarget, akan ada 120 juta bidang tanah yang tercatat per akhir tahun 2024.

“Walaupun dalam perkembangannya ada saja penambahan, paling tidak kita bisa mencapai target yang sudah ditetapkan sejak 2017,” papar AHY.

BACA JUGA: Tak Cuma Satu atau Dua, Ketua Gerakan Jalan Lurus Ungkap Sederet Kasus Mafia Tanah di Jawa Tengah

Menurut pengakuannya, sudah ada 114,8 juta bidang tanah yang tercatat per Juli 2024.