“Ambil putra daerah yang berkualitas dari daerahnya, sehingga demokrasi itu menyerap orang-orang terbaik di wilayah lokal untuk membawa aspirasi daerahnya melalui kebijakan publik,” bebernya.
Yulianto menyinggung bahwa budaya yang ia sebut ‘dropping dari pusat’ itu tak berbeda dengan orang yang sedang mencari pekerjaan.
“Orang yang nyaleg di luar domisilinya itu sama seperti orang yang mencari pekerjaan dari Jakarta ke daerah lain. Ia hanya sekadar mencari jabatan di DPR RI, itu pola lama yang harus ditinggalkan,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





