SEMARANG, beritajateng.tv – Polda Jateng membongkar praktik peretasan HP yang sedang marak, yaitu menggunakan modus aplikasi berformat APK. Selain itu, pihaknya pun memberikan tips apabila HP kena retas.
Aplikasi APK itu sendiri menyerang smartphone berbasis Android. Modusnya yaitu pelaku mengirim aplikasi tersebut via WhatsApp dengan nomor tujuan atau korban secara acak.
“Korban yang mengklik aplikasi itu memungkinkan pelaku yang ada di lain tempat untuk mengakses ponselnya. Mulai dari kontak orang di ponsel korban hingga aplikasi perbankan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio.
“Mereka menguasai WA-nya korban, jadi apa pun yang kita lakukan itu bisa diretas dan m-banking bisa ditelusuri oleh mereka sendiri. APK ini merupakan aplikasi yang sangat berbahaya dan kita memerlukan kehati-hatian dan waspada,” imbuhnya.
Sementara itu, pihaknya pun menyampaikan ciri-ciri ponsel yang terkena retas. Berikut ini beberapa tanda-tandanya.
Ciri-ciri ponsel terkena retas
- Korban tidak bisa mengoperasionalkan HP-nya karena peretas sudah mengambil alih kendali.
- Ponsel tiba-tiba beraktivitas sendiri tanpa kita sentuh.
- HP tidak aktif tetapi baterai panas. Ini salah satu ciri peretas sedang mengotak-atik ponsel tersebut.
Selain itu, pihaknya juga memberikan tips apabila HP kita telanjur kena retas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
TONTON JUGA: Video Pelaku Peretasan Handphone Kapolda Jateng Bapak dan Anak
Tips bila HP kena retas
- Apabila sudah terlanjur mengeklik, maka langkah pertama segera matikan paket data atau masuk mode pesawat. Jika memiliki m-banking, segera koordinasi dengan perbankan.
- Apabila ada pihak di luar korban melakukan pengambilalihan dan permintaan ganti OTP, segera konfirmasi balik dulu. Selepas itu, bisa konfirmasi ke pihak provider.
- Langkah terakhir, jika perlu, lakukan reset handphone ke pengaturan pabrik.
Demikian tips dari Polda Jateng bila HP kita kena retas. Jaga selalu ponsel Anda dan jangan mengeklik atau mengunduh sembarang aplikasi. (*)





