Gaya Hidup

Maraknya Kasus Kekerasan Pada Anak, Psikolog Ajak Orang Tua Adaptif dan Terus Dampingi

×

Maraknya Kasus Kekerasan Pada Anak, Psikolog Ajak Orang Tua Adaptif dan Terus Dampingi

Sebarkan artikel ini
kecanduan pada anak
Kecanduan pada anak tidak hanya soal gadget, melainkan apa pun yang membuat adiksi, dan itu tentu bahaya, berikut ini respons dari psikolog. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa dampak signifikan terhadap kehidupan manusia, termasuk anak-anak. Saat ini, hampir semua anak-anak memiliki akses ke gadget seperti ponsel pintar, tablet, atau laptop untuk bermain game, menonton video, dan berkomunikasi dengan teman-teman mereka.

Namun, perkembangan teknologi nyatanya tidak selalu berdampak positif pada anak. Psikolog Klinis Diyah Puspaningrum menyebut, anak yang sering terpapar teknologi rentan mengalami masalah. Ia mengambil contoh, anak yang sering terpapar game kekerasan cenderung bertindak agresif dalam kehidupan sehari-harinya.

BACA JUGA: Ken Admiral dan Aditya Hasibuan Ternyata Sengaja Duel, AKBP Achiruddin Menengahi Hingga Berakhir Damai

“Anak setiap hari terpapar oleh game yang berkaitan dengan kekerasan, dalam persepsi otaknya, bahwa melukai, menyerang, dan menyakiti itu hal biasa, ia melihat hidup itu sebagai permainan,” jelasnya saat ditemui beritajateng.tv, belum lama ini.

Pernyataan tersebut menanggapi duel Aditya Hasibuan dan Ken Admiral yang viral. Ironisnya, ayah Aditya Hasibuan, AKBP Achiruddin menyaksikan langsung duel tersebut.

BACA JUGA: AKBP Achiruddin Ayah Pelaku Penganiayaan Mahasiswa, Laporan Harta Cuma Rp 467 Juta Tapi Punya Kendaraan Mewah

Ia menambahkan, game dengan genre kekerasan akan menyebabkan anak tidak dapat membedakan antara kenyataan dan permainan. Hal tersebut bertambah parah ketika anak lebih sering terpapar hal-hal negatif.

BACA JUGA: Aditya Hasibuan Putra AKBP Achiruddin Aniaya Ken Admiral, Begini Kronologi Lengkapnya

Pola Pikir Anak Banyak Terpengaruh Media Sosial

Selain paparan game, ia juga menyoroti penggunaan media sosial pada anak. Menurutnya, pola pikir anak yang terlalu banyak terpapar media sosial akan lebih gampang terdikte hal-hal semu. Hal tersebut karena media sosial sangat mempengaruhi cara berpikir seseorang.

“Anak-anak tidak cukup bisa berpikir panjang. Mungkin ia merasa penerimaan dunia nyata kurang nyaman, sehingga ia mencari kenyaman tersebut pada media sosial. Padahal media sosial itu tidak real,” lanjutnya.

BACA JUGA: Terindikasi Pencucian Uang, Rekening AKBP Achiruddin dan Sang Anak Diblokir PPATK