“Kalau soal batas waktu, silakan saja. Mau 28 hari, silakan. Tapi jangan hangus. Misalnya setelah 28 hari kuota jadi nonaktif, tidak bisa konsumen gunakan. Tapi begitu konsumen isi ulang, kuota yang lama terakumulasi; itu lebih fair,” jelasnya.
Mufid membandingkan dengan sistem pulsa pada masa lalu.
“Dulu pulsa juga ada masa aktifnya. Kalau habis, pulsanya nonaktif. Tapi begitu isi lagi, saldonya terakumulasi. Itu adil, karena kita bayar dan kita berhak menikmati sesuai keinginan kita,” pungkas Mufid. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





