SEMARANG, beritajateng.tv – Konsentrasi, kesabaran, dan kemampuan mengendalikan diri menjadi kunci Maulana dalam melangkah ke semifinal cabang olahraga (cabor) snooker Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Atlet Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Semarang itu sukses melewati dua pertandingan penting dan kini semakin dekat dengan peluang meraih medali emas.
Bertanding di Kingdoom Serondol, Kota Semarang, Minggu (25/10/2026), Maulana memastikan tiket semifinal setelah mengalahkan atlet Kabupaten Karanganyar pada babak 16 besar dan atlet Kota Salatiga di perempat final. Dalam kedua pertandingan tersebut, ia menang dengan skor masing-masing 2-0.
Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Maulana untuk melanjutkan perjuangan di Porprov XVII Jateng 2026. Namun, ia menyadari persaingan pada babak berikutnya akan semakin menantang dan menuntut konsentrasi lebih tinggi.
“Alhamdulillah bisa lolos semifinal hari ini. Pada laga kali ini memang membutuhkan konsentrasi penuh agar tidak melakukan banyak kesalahan. Lawan terbesar adalah diri kita sendiri. Kita harus sabar dan fokus supaya tidak melakukan kesalahan,” ungkap Maulana seusai pertandingan.
Keberhasilan Maulana menembus semifinal bukan semata-mata hasil dari kemampuan membaca arah bola dan mengatur strategi permainan.
Persiapan selama empat bulan sebelum Porprov menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan teknik sekaligus mental bertanding.
BACA JUGA: Kirab Obor Porprov Jateng 2026 Tiba di Semarang, 17 Atlet Siap Berlari Menuju Stadion Jatidiri
Sejak babak 16 besar, ia berusaha menjaga ketenangan dan tetap berpegang pada pola permainan yang telah terlatih.
Dalam snooker, satu kesalahan kecil dapat mengubah jalannya pertandingan sehingga pemain di tuntut mampu mengontrol emosi dan mengambil keputusan secara cermat.
“Dari awal penyisihan 16 besar saya harus fokus dengan permainan. Biliar snooker ini membutuhkan konsentrasi yang baik, dan itu sudah kami persiapkan selama empat bulan sebelum Porprov XVII Jateng 2026,” tuturnya.
Maulana juga memberikan apresiasi kepada lawan-lawannya dari Kabupaten Karanganyar dan Kota Salatiga.
Menurutnya, kedua atlet tersebut mampu memberikan perlawanan yang baik meskipun akhirnya harus mengakui keunggulannya.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menuju podium tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis. Tetapi juga penghormatan terhadap kemampuan lawan dan kesiapan menghadapi tekanan pertandingan.
Meski telah mengamankan tiket semifinal, Maulana tidak ingin larut dalam kegembiraan. Ia memilih memusatkan perhatian pada pertandingan berikutnya demi menjaga peluang mempersembahkan medali emas bagi kontingen Kota Semarang.
Salah satu atlet yang menjadi perhatiannya berasal dari Pekalongan. Maulana menilai lawan tersebut perlu diwaspadai karena memiliki pengalaman di level nasional.
“Untuk atlet snooker di Indonesia memang tergolong jarang, tetapi atlet nasional asal Pekalongan perlu saya waspadai. Yang terpenting, saya harus fokus lagi saat pertandingan semifinal besok,” katanya.
Dengan persaingan yang semakin ketat, Maulana dituntut mempertahankan konsistensi permainan, mengurangi kesalahan, dan menjaga ketenangan dalam setiap kesempatan.
Target medali emas pun menjadi motivasi untuk melanjutkan perjuangan di arena Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
BACA JUGA: Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Putri Raharja Meninggal Saat Berlaga di Porprov Jateng 2026
Di balik ambisinya meraih prestasi di tingkat provinsi, Maulana juga menyoroti pentingnya kompetisi snooker yang berkelanjutan di Indonesia.
Menurutnya, kesempatan bertanding dalam turnamen masih terbatas. Padahal, kompetisi lokal dapat menjadi sarana bagi atlet untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, sekaligus membuka jalan bagi munculnya atlet-atlet muda potensial.
Ia berharap keikutsertaan snooker dalam Porprov XVII Jateng 2026 dapat mendorong penyelenggaraan lebih banyak turnamen di tingkat daerah. Sehingga pembinaan atlet tidak hanya bergantung pada kejuaraan yang berlangsung setiap empat tahun sekali.
“Saya berharap di Indonesia ada banyak event lokal snooker. Selama ini event-nya sangat jarang, bahkan hampir tidak ada. Event terdekat pun ada di Malaysia. Dengan adanya snooker pada Porprov XVII 2026 ini, mudah-mudahan nantinya ada turnamen lokal meskipun hadiahnya tidak besar. Yang penting bisa melatih mental saat bertanding dan mencetak atlet muda,” tambahnya.
Bagi Maulana, kesempatan berkompetisi secara rutin menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga snooker nasional. Semakin banyak turnamen yang tersedia, semakin terbuka pula peluang bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman dan meningkatkan kualitas permainan.
Kini, langkah Maulana menuju podium Porprov XVII Jateng 2026 memasuki fase krusial. Setelah melewati Karanganyar dan Salatiga, atlet Kota Semarang tersebut bersiap menghadapi semifinal dengan satu bekal utama. Tetap tenang, menjaga fokus, dan meminimalkan kesalahan demi mewujudkan target medali emas. (*)





