Dirinya berharap, adanya pendampingan usaha mampu menarik perhatian dan keinginan bagi para usaha muda untuk mendorong pengembangan bisnisnya. Apalagi Indonesia memiliki sub sektor ekonomi kreatif yang cukup banyak. Seperti sub sektor fesyen yang memiliki nilai ekspor sebesar US$11,9 miliar, subsektor kriya US$6,4 miliar, dan subsektor kuliner US$1,3 miliar.
“Bagaimana mereka bisa mengakselerasi dari potensinya ini dengan cara kita memberi fasilitas. Ya nanti kita atur di mana tempatnya. Nah ini yang kita harapkan nanti bisa menjadi satu kegiatan untuk start up (memulai usaha) anak muda,” pungkas Mbak Ita. (Ak/El)





