BACA JUGA: Update Terbaru Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 52 Santri Tewas, Evakuasi Masih Berlanjut
Ia juga menegaskan bahwa sistem TikTok lebih transparan dibandingkan model investasi atau MLM yang dulu marak.
“Semua data ada, penjualan terlihat, uang masuk jelas. Ini berbeda dengan investasi bodong zaman dulu,” katanya.
Melalui program santri live TikTok ini, Pondok Pesantren Raudlotul Qur’an Kauman Semarang meperlihatkan bahwa pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitasnya sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an. (*)
Editor: Farah Nazila





