Gaya Hidup

Rangkaian Safari Dakwah Zakir Naik di Indonesia 2025, Berikut Jadwal Lengkapnya

×

Rangkaian Safari Dakwah Zakir Naik di Indonesia 2025, Berikut Jadwal Lengkapnya

Sebarkan artikel ini
Potret Dr. Zakir Naik ketika berdakwah
Potret Dr. Zakir Naik ketika berdakwah (Sumber: Instagram/@zakirnaik_uz)

SEMARANG, beritajateng.tv – Zakir Naik akhirnya kembali ke Indonesia setelah delapan tahun tak safari dakwah. Kehadirannya tentu membuat umat Islam bertanya-tanya terkait rangkaian jadwal Zakir Naik di Indonesia 2025 dan lokasi safari dakwahnya.

Mengusung tema Indonesia Lecture Tour 2025, harapannya kunjungan beliau menghadirkan ceramah ilmiah dan dialog interfaith yang inspiratif bagi Muslim dan non-Muslim.

BACA JUGA: Rae Lil Black, Mantan Bintang Film Dewasa yang Mualaf, Tenyata Pilih Melajang 8 Tahun usai Peluk Islam

Rangkaian Jadwal Zakir Naik di Indonesia 2025

1. 8 Juli 2025 – Surakarta (Solo)
Lokasi: Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta.

2. 10 Juli 2025 – Malang
Lokasi: Stadion Gajayana, Malang.

3. 12–13 Juli 2025 – Bandung
Lokasi: Lapangan Tritan, Bandung.

4. 18–20 Juli 2025 – Jakarta
Lokasi: Ex‑Hanggar Teras Pancoran (Lapangan Bola Aldiron), Jakarta.

Kegiatan ceramah dimulai sejak pukul 15.00 WIB (pintu dibuka) dan berlangsung hingga malam hari, free entry alias gratis tanpa pendaftaran, meski terdapat opsi donasi sukarela.

BACA JUGA: 8 Tahun Kerja, Rae Lil Black Ungkap Alasan Keluar Dunia Hiburan Dewasa

Alasan Mengapa Anda Perlu Menghadiri Ceramah Zakir Naik 2025

Kehadiran Dr. Zakir Naik di Indonesia bukan sekadar agenda dakwah biasa. Sebagai seorang ulama internasional yang terkenal dengan gaya penyampaian berbasis logika dan pendekatan ilmiah, ia mampu mengulas Al-Qur’an, Hadits, serta agama-agama lain secara mendalam dan rasional.

Pendekatan semacam ini jarang ditemui dalam ceramah-ceramah keagamaan konvensional, sehingga memberikan perspektif baru bagi para pencari kebenaran dan pemahaman yang objektif.

Selain itu, ceramah ini bersifat terbuka untuk siapa saja, termasuk non-muslim. Inilah yang menjadikannya istimewa karena memberikan ruang dialog lintas agama yang sehat dan edukatif.

Audiens dari berbagai latar belakang dapat memahami ajaran Islam dari sudut pandang yang terbuka dan berdasarkan fakta, bukan asumsi.

BACA JUGA: Sempat Tidak Mempercayai Agama Manapun! Begini Kisah Kehidupan Mualaf Rae Lil Black