Kuliner

Mencicipi Pedas dan Segarnya Mie Gepeng Pangsit Pak Totok di Semarang

×

Mencicipi Pedas dan Segarnya Mie Gepeng Pangsit Pak Totok di Semarang

Sebarkan artikel ini
mie gepeng pak Totok
Pak Totok saat menyiapkan pesanan mie gepeng dan mie ayam. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bekerja seharian tak jarang membuat perut lapar. Beruntung, Kota Semarang memiliki beragam menu kuliner sore yang menggugah selera.

Satu di antaranya adalah Mie Gepeng Pangsit Pak Totok. Sesuai namanya, tempat ini menjual mie yang berbentuk gepeng dan diberi topping pangsit ayam.

Berada di Jalan Cilosari Dalam, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Gayamsari, Mie Gepeng Pangsit Pak Totok bisa jadi salah satu kuliner hidden gem yang cita rasanya tak kalah dengan mie lainnya.

Pasalnya, tempat ini tak memiliki palang atau spanduk nama. Tempatnya pun kecil menyempil di antara bangunan lain.

Namun, pengunjung tampak silih berganti, entah makan di tempat ataupun di bawa pulang.

Suyanto, sang pemilik mengatakan, warung miliknya telah berdiri sejak tahun 1960. Ia sendiri meneruskan usaha orang tuanya.

“Bapak asli Wonogori merantau ke Semarang ikut orang China di Gang Baru. Diajari bikin mie terus disuruh jualan sendiri, akhirnya buka sendiri sampai sekarang, saya generasi kedua,” kata Totok sapaan akrabnya saat beritajateng.tv temui, Rabu, 28 Februari 2024.

BACA JUGA: Baru di Semarang, Kitchenette Resto Sajikan Pilihan Menu Western dengan Konsep Comfort Food

Saat itu, ayahnya yang bernama Tumin lah yang merintis warung mie ini. Tak heran jika cita rasa mienya terbilang unik hingga saat ini.

Berbeda dengan mie pada umumnya, Totok akan menggeprek bawang dan cabai langsung pada mangkok. Pengunjung pun bebas meminta berapa level kepedesannya.

Selain itu, bumbu kuah asin juga membuat Mie Gepeng Pangsit Pak Totok kaya akan rasa.

“Mie pangsit itu ciri khasnya seger polos, nggak pakai kecap nggak pakai saos. Jadi pakai cabai itu, pernah ada yang satu mangkok 10 biji lebih,” katanya.

Berawal dari bakmi khas Tionghoa

Lebih jelas, mie buatan Totok ternyata memiliki cita rasa khas Tionghoa. Hal itu karena Tumin mempelajari mie dengan seorang wirausaha Tionghoa di Kawasan Pecinan.

Saat itu, mie dagangan Tumin memang masih memakai daging babi. Namun seiring berjalannya waktu, Tumin kemudian berdagang sendiri dan menghilangkan daging babi sebagai bahannya.

Usai ayahnya meninggal dunia, Totok mulai meneruskan warung mie gepeng pangsit sejak tahun 1970. Ia mengaku tidak mengubah sedikitpun resep dari orang tuanya.

BACA JUGA: Tutup Perayaan Imlek, Tentrem Mall Gelar Chinatown Food Market, Festival Makanan Legendaris Semarang

Untuk harga, Mie Gepeng Totok Pak Totok terbilang sangat terjangkau. Satu porsi mie dibanderol Rp 7 ribu saja.

Hal itu lantaran mereka masih mengolah mienya sendiri.

“Sehari bisa terjual 100 lebih porsi, nyiapinnya olahan mienya ya 7 kg gandum, tiap pagi bikin sendiri,” katanya.

Mie Gepeng Pangsit Pak Totok buka tiap hari, pukul 4 sore hingga 10 malam. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp