Oleh karenanya, kata Naufal, tagline ‘Gerakan Rakyat’ yang Anies-Cak Imin usung juga senada dengan semangat perjuangan dari para relawan.
“Misalnya agenda AMIN Muda Jateng di Semarang, yang pada dasarnya kawasannya Pak Ganjar dan Pak Gibran. Tapi ternyata juga banyak donatur yang datang dari rakyat, sesuai semangat kami, ‘Gerakan Rakyat’,” imbuhnya.
Gerakkan anak muda dukung AMIN, mengaku low budget
Sesuai namanya, relawan AMIN Muda sendiri memang berisi sekumpulan anak muda yang mendukung pasangan nomor urut 01. Mereka berada dalam Deputi Bidang Milenial dan Gen Z dari Timnas AMIN.
Hingga saat ini, relawan AMIN Muda telah tersebar di 22 kabupaten/kota se-Indonesia. Salah satunya di Kota Semarang.
BACA JUGA: Survei Sebut Mayoritas Sarjana Pilih Anies-Muhaimin, AMIN Muda Jateng Targetkan Lolos Putaran Kedua
Lebih lanjut, Naufal menyebut, bahwa AMIN Muda memandang bahwa relawan yang berisikan anak muda tentu tidak membutuhkan dana yang besar. Pun selama melaksanakan kegiatan sejauh ini, pihaknya tidak pernah memaksa orang untuk datang.
“Kami tidak pernah memaksa orang untuk datang ya, dana kampanye aja cuma Rp 1 miliar. Mereka datang dengan kesadarannya,” tegasnya.
Naufal pun mengatakan, pihaknya lebih memanfaatkan sosial media sebagai upaya menyaring dukungan dengan dana yang minim. Maka dari itu, Naufal menegaskan bahwa relawan yang berisikan anak muda, khususnya AMIN Muda tidak terpaku dengan adanya dukungan logistik.
“Prinsip kami low budget high impact, jadi itu yang kami inginkan, bahwa budget itu bukan segalanya. Anak muda punya kebaruan, anak muda punya akselerasi, anak muda punya tenaga ekstra, itu yang kami manfaatkan,” tegasnya.
Pengusaha Semarang pimpin Garda Indonesia Raya, intens komunikasi dengan Gibran
Beberapa organisasi relawan capres-cawapres digawangi oleh pengusaha. Pengusaha otomotif Semarang, Dewi Susilo Budihardjo menjadi Ketua Umum Garda Indonesia Raya. Kelompok relawan tersebut mendukung paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.




