SEMARANG, beritajateng.tv – Survei terbaru dari Poltracking Indonesia menyebut bahwa mayoritas sarjana atau orang dengan pendidikan tinggi cenderung memilih pasangan nomor urut 1, Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar. Berdasarkan data, pemilih pasangan Anies-Cak Imin dari kalangan pendidikan tinggi mencapai 41,3 persen.
Berkaca dari survei tersebut, relawan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) di berbagai daerah semakin semangat mengenalkan jagoannya kepada masyarakat luas. Tak terkecuali Relawan AMIN Muda Jawa Tengah.
Koordinator AMIN Muda Jateng, Naufal Ramadhan. mengatakan, dengan hasil survei yang menunjukkan bahwa pemilih rasional dan kalangan intelektual lebih memilih pasangan Anies – Cak Imin, pihaknya menjadi lebih termotivasi untuk lebih banyak turun ke masyarakat pedesaan. Hal itu senada dengan pernyataan Cak Imin beberapa waktu lalu soal strategi menguasai Jawa Tengah yaitu ‘desa mengepung kota’.
BACA JUGA: Puas dengan Debat Perdana Capres, AMIN Muda Jateng: Makanan Sehari-hari Pak Anies
“Tugas kami berikutnya lebih banyak blusukan ke masyarakat, selain itu tayangan debat kemarin bisa kita sampaikan ke seluruh penjuru masyarakat, yang belum tercerdaskan jadi tahu,” kata Naufal saat beritajateng.tv hubungi.
Naufal mengatakan, Relawan AMIN Muda sejauh ini telah dan akan terus turun langsung ke masyarakat pedesaan untuk mengenalkan Anies-Cak Imin. Seperti sebelumnya yang telah mereka lakukan di Gunungkidul.
Selain relawan yang terdiri dari anak muda, Naufal menyebut jika relawan AMIN juga terdiri dari kalangan emak-emak dan bapak-bapak di pelosok pedesaan. Terlebih, Naufal juga berharap dengan adanya koalisi partai pendukung dapat menambah suara dari grassroot.
“Kami AMIN Muda percaya bahwa ada partai koalisi yang punya akar rumput. Seperti secara teritorial Cak Imin banyak di Jawa Timur dan Pak Anies di Jawa Barat, artinya kami akan bagi peran di situ,” tambahnya.
Selain soal survei Anies – Muhaimin, juga target masuk putaran kedua, incar suara undecided voters dan pemilih rasional
Lebih lanjut, Naufal juga mengatakan pasangan Anies-Cak Imin juga menargetkan suara dari pemilih yang belum menentukan pilihannya atau undecided voters. Pasalnya, berdasarkan survei dari Litbang Kompas, pemilih yang belum menentukan pilihannya ini mencapai 28,7 persen.
Angka undecided voters bahkan lebih besar dibanding hasil survei dua pasangan yakni Anies – Cak Imin dengan 16,7 persen dan Ganjar–Mahfud dengan 15,3 persen.
“Survei terakhir angka undecided voter tinggi, bagi relawan AMIN target kita nggak muluk-muluk, kita mau masuk putaran kedua. Untuk menggaet ini kita masih banyak kesempatan, debat selanjutnya hingga masa tenang,” tuturnya.
BACA JUGA: Hadiri Debat Capres Perdana, Anies: Banyak Aturan Ditekuk Sesuai Kepentingan, Sindir Jokowi?
Naufal menambahkan, pihaknya juga menyadari jika kampanye Anies-Cak Imin sebelumnya lebih fokus pada kalangan mahasiswa, milenial, dan generasi Z. Seperti yang terlihat pada 6 episode Desak Anies yang banyak terlaksana di kedai kopi.
Maka dari itu, Relawan AMIN ingin mencuri hati pemilih dari masyarakat desa. Salah satunya melalui agenda Desak Anies pada Rabu, 13 Desember 2023 yang dilaksanakan di sebuah pasar di Pekanbaru, Riau.
“Yang ingin kita tingkatkan adalah pemilih rasional, supaya mereka memilih dengan rasional, bukan hanya memilih dengan iming-iming duit dan sembako, artinya mereka tahu mana yang harus dipilih,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





