Oleh karenanya, Tan ingin Kota Semarang tidak hanya menjadi kota yang kaya akan budaya, namun juga membuat suatu hal baru bagi kebudayaan. Yaitu dengan karya-karya seni progresif.
“Jadi dari De Warisan ini saya pengin terlihat beda, ada nafas seni progresif, jadi ya visinya untuk kemajuan seni rupa,” ucapnya.
Bagi Tan, seni haruslah menghadirkan pertanyaan kepada setiap penikmatnya. Jadi, bukan hanya mendapat hiburan visual, akan tetapi melihat karya seni untuk mendapat suatu pertanyaan atau berpikir akan suatu seni.
“Progresif itu simple, berani melanggar aturan, berani melanggar pakem, kaya lagu, lagu progresid itu bukan lagu yang easy listening,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





