Ikhwan, yang tumbuh di era digital, melihat kerja lintas generasi ini sebagai peluang untuk menjembatani dua dunia: intuisi jurnalis senior dan ketepatan mesin.
“AI itu alat. Tapi kualitas hasilnya selalu kembali pada manusianya. Kalau manusia tidak tahu apa yang di cari, mesin pun bingung harus membantu apa.”
Kolaborasi keduanya memunculkan gagasan yang segar: bagaimana teknologi bisa untuk mempertajam pemikiran, bukan menggantikannya. Lewat buku Evolusi Jari.
Dengan gaya bertutur yang mengalir dan mudah kita pahami, gagasan-gagasan dalam Evolusi Jari relevan bagi masyarakat digital masa kini.
Mulai dari kreator konten, pekerja kantor, mahasiswa, hingga pembuat kebijakan yang menghadapi dilema teknologi setiap hari. (*)
Editor: Elly Amaliyah





