SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah boneka kuda dengan ekspresi yang tidak biasa mendadak ramai menjadi perbincangan oleh masyarakat.
Boneka kuda tersebut memiliki wajah yang sedang menangis, alih-alih sebagai boneka yang gagal dibuat, tpi boneka kuda menangis ini viral dan laris manis di pasaran.
Momen ini bertepatan dengan jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026, sehingga masyarakat kaitkan sebagai bentuk ungkapan emosional yang terwakilkan oleh boneka tersebut. Sekilas, boneka kuda terlihat menggemaskan.
BACA JUGA: Ada yang Spesial, Intip Jadwal Perayaan Imlek Klenteng Tay Kak Sie Semarang
Viral Boneka Kuda Menangis
Namun bagi sebagian masyarakat, ekspresi sedih pada boneka itu justru terasa dekat dengan kondisi yang mereka alami sehari-hari.
Tak sedikit dari masyarakat menyebutkan bahwa boneka “kuda menangis” sebagai representasi perasaan pekerja kantoran dan masyarakat kelas menengah yang tengah menghadapi tekanan ekonomi dan pekerjaan.
Fenomena ini menjadi menarik karena berbeda dengan tren mainan pada umumnya yang menonjolkan keceriaan atau kegembiraan, terutama menjelang perayaan besar seperti Imlek yang identik dengan suasana suka cita.
Sejumlah penjual memanfaatkan momen ini dengan mengaitkan boneka tersebut sebagai simbol emosional yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Meski kuda dalam budaya Tionghoa kerap bermakna sebagai simbol kerja keras dan ketekunan, ekspresi “menangis” pada boneka ini memunculkan tafsir baru di kalangan publik.
Alih-alih bermakna sebagai simbol keberuntungan, boneka tersebut justru mewakili kelelahan yang banyak orang rasakan setelah melewati tahun-tahun penuh tekanan.
Pengamat psikologi sosial menilai fenomena ini tidak bisa terlihat sekadar sebagai tren viral.
Boneka kuda menangis memiliki nilai menjadi media proyeksi emosi masyarakat, terutama mereka yang sulit mengekspresikan rasa lelah dan sedih secara langsung.
Kondisi ini terkenal sebagai emotional projection, yakni ketika seseorang memindahkan perasaannya ke objek tertentu.
Boneka menjadi media aman untuk menyampaikan emosi yang selama ini terpendam. Menariknya, emosi yang hadir bukan kemarahan, melainkan kesedihan.





