Menteri Bappenas: Rob Demak Sangat Parah, Butuh Kerja Keras dan Cepat Mengatasinya

Menteri Bappenas meninjau Rob di Demak.

Demak, 13/10 (BeritaJateng.tv) – Air laut pasang atau rob yang melanda empat Kecamatan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah diharapkan bisa teratasi, setelah pemerintah merealisasikan proyek pembangunan tanggul laut di pesisir pantai Sayung, Demak.

Akan tetapi hal tersebut masih menunggu hasil peninjauan ulang secara matang, mengingat air pasang (rob) terjadi hampir setiap hari bahkan bertahun -tahun melanda masyarakat di pesisir pantai Utara Jawa.

Hal tersebut dikatakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia, Suharso Monoarfa saat mengunjungi desa Timbulsloko, kecamatan Sayung Kabupaten Demak, yang merupakan salah satu desa terdampak rob terparah.

” Butuh kerja keras mengatasi rob di sepanjang pantai Utara Jawa seperti halnya desa timbulsloko, lain daerah lain lagi cara mengatasi permasalahan rob ini,” kata Politisi partai berlambang Ka’bah ini.

Meskidemikian untuk hal tercepat adalah penyelamatan masyarakat terdampak rob, mengingat sendimentasi muka air laut setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan yang sangat tinggi di wilayah Demak khususnya di pesisir pantai jika dibandingkan dengan kota Semarang.

” Sendimentasi setiap tahunnya naik 17 centi meter dan ini merupakan dampak dari teluk Semarang, secepatnya akan kita selesaikan bersama permasalahan rob di timbulsloko dan sekitarnya,” kata Suharso Monoarfa.

Menteri Bappenas mengaku jika keberadaan tol laut Semarang-Demak yang sekarang ini sedang dalam proses pengerjaan memberikan dampak positif bagi masyarakat di 4 kecamatan di Kabupaten Demak yang terdampak rob, dimana nantinya secara tidak langsung berfungsi sebagai tanggul laut yang bisa mengurangi dampak rob tersebut.

Sekarang ini, lanjut Suharso pihaknya sudah berkoordinasi dengan kementerian sosial untuk mengusulkan jika musibah air pasang atau rob masuk kategori sebuah bencana, pungkasnya.(BW/El)

Leave a Reply