Gaya Hidup

Menyesap Wangi Sajak Harum, Brand Parfum Lokal Racikan Lailani Fitrah eks Putri Indonesia 

×

Menyesap Wangi Sajak Harum, Brand Parfum Lokal Racikan Lailani Fitrah eks Putri Indonesia 

Sebarkan artikel ini
Parfum Sajak Harum garapan mantan Putri Indonesia DKI Jakarta, Lailani Fitrah Ramadhani

SEMARANG, beritajateng.tv – Mantan Putri Indonesia DKI Jakarta 6 tahun 2025, Lailani Fitrah Ramadhani mencoba peruntungan baru di dunia bisnis. Dia menvoba tantangan baru dengan membangun bisnis parfum.

Brand lokal garapan Lailani Fitrah bernama ‘Sajak Harum’ yang resmi meluncur pada Juli 2026. Ide membangun bisnis parfum sebenarnya sudah muncul cukup lama, dan baru kali ini keinginan tersebut benar-benar terwujud.

“Bisnis parfum ini, aku rasa karena aku benar-benar suka parfum,” katanya saat berbincang dengan beritajateng.tv di acara Ruma Wangi Mal Paragon Semarang, Jumat, 11 September 2026.

Lani, sapaan akrabnya, mengatakan, kecintaan terhadap parfum rupanya sudah lama. Dia memiliki kebiasaan mengoleksi parfum bermerek. Ketertarikan tersebut ternyata juga dari pengaruh sang nenek yang memiliki kegemaran serupa.

“Dari nenek itu suka banget koleksi parfum-parfum branded. Ternyata menurun ke aku, aku juga suka koleksi parfum branded,” ucap dia.

Dari kegemaran tersebut, muncul pemikiran untuk tidak hanya menjadi pengguna parfum, tetapi membuat produk sendiri. Lani merasa pengalamannya mencoba berbagai parfum bisa menjadi bekal untuk memahami karakter aroma yang jadi kegemaran masyarakat Indonesia.

Tiga Varian Parfum

Untuk tahap awal, Lani mengatakan, Sajak Harum menghadirkan tiga varian parfum. Ketiganya bernama, Amarta, Kelana, dan Niskala, dengan karakter aroma yang berbeda. Akan tetapi, secara umum membawa nuansa segar aroma buah-buahan.

Misalnya, pada Amarta yang memiliki perpaduan aroma buah melon, apel, alpukat, serta bergamot. Meski membawa karakter buah yang segar, Lani ingin aroma akhirnya tetap memberikan kesan mewah.

Sementara itu, Kelana memiliki karakter yang lebih hangat dengan perpaduan buah persik dan kelapa. Ada pula Niskala yang menggunakan aroma sedap malam. Lani juga sengaja memasukkan unsur vanila dalam pengembangan aroma, karena menurutnya karakter tersebut relatif mudah mendapat penerimaan konsumen Indonesia.

“Aku sudah pernah ngetes orang-orang juga. Jadi orang Indonesia itu masih menerima varian atau notes yang ada vanilanya. Karena vanilla kan nyaman,” katanya.

Parfum Tahan hingga 8-12 Jam

Salah satu hal yang menjadi perhatian Lani dalam mengembangkan Sajak Harum yakni daya tahan parfum. Dia mengatakan, produk tersebut dapat bertahan sekitar 8 hingga 12 jam.

“Untuk tahanannya 8 sampai 12 jam karena kita udah extrait the perfume, udah di atasnya EDP (eau de parfum),” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pemasaran Sajak Harum saat ini masih fokus menggunakan metode daring atau online. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya melihat respons pasar sebelum mengembangkan bisnis ke tahap berikutnya.

Rambah Parfum untuk Pria

Lani tentu menatap perkembangan bisnisn kedepan. Salah satunya adalah menghadirkan parfum untuk pria. Dia menargetkan produk tersebut dapat meluncur sekitar November 2026.

Tidak hanya parfum pria, Lani juga memiliki rencana yang lebih personal. Pada momen Hari Ibu, ia ingin meluncurkan sebuah fragrance atau wewangian yang menggunakan nama sang ibu.

Rencana itu memiliki makna khusus bagi Lani karena sosok ibunya. Sosok yang baginya selalu mendukung perjalanan kariernya.

“Di November – Desember, waktu Hari Ibu. Karena aku ingin mengenangnya dengan sangat baik,” katanya. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp