BLORA, beritajateng.tv – Antusiasme siswa SDN 1 Kunden Blora dalam merayakan Hari Kartini sangat terasa saat mereka menggelar pawai jalan kaki sepanjang empat kilometer.
Dengan mengenakan pakaian adat Samin dan kebaya, para siswa menunjukkan semangat untuk mengangkat kearifan lokal dan kebudayaan Indonesia.
Pawai yang diiringi oleh drum band ini melibatkan siswa-siswi yang berjalan beriringan sambil membawa spanduk bergambar foto RA Kartini, sebagai simbol perjuangan emansipasi wanita.
BACA JUGA: Unik! Meriahkan Hari Kartini, DLH Buka Bank Sampah Bisa Tukar Botol Jadi Tanaman
Mereka juga bergabung dengan siswa dari SDN 2 Kunden yang melakukan aksi serupa, menambah kemeriahan acara.
Kegiatan ini tidak hanya sebatas pawai, tetapi juga terisi dengan berbagai lomba. Termasuk fashion show, dan berakhir dengan pemotongan tumpeng.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendidik siswa tentang nilai-nilai perjuangan emansipasi wanita yang telah Kartini perjuangkan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa tentang pentingnya tokoh perempuan seperti RA Kartini yang berjuang untuk hak-hak wanita,” ungkap Angga, guru kelas di SDN 1 Kunden.
Kepala Sekolah SDN 1 Kunden, Yani, menambahkan bahwa sekolah ini memiliki sejarah unik sebagai sekolah wanita yang di dirikan pada tahun 1911.
Mayoritas guru dan pegawai di sekolah ini juga merupakan kaum perempuan, yang menunjukkan komitmen terhadap pendidikan wanita.
Dengan semangat yang tinggi, kegiatan ini juga menjadi bentuk eksistensi SDN 1 Kunden di masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini berlangsung setiap tahun. Untuk mengingat perjuangan Kartini dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan,” jelas Yani.
Pawai ini semakin menarik dengan penampilan kesenian khas Blora, Barongan, yang menambah warna dalam perayaan Hari Kartini.
BACA JUGA: Peringatan Hari Kartini di Semarang, Ada Lomba Perempuan Tangguh Hingga Fashion Show
Acara ini tidak hanya merayakan emansipasi wanita, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat rasa kebersamaan dan cinta budaya di kalangan siswa. (*)
Editor: Farah Nazila





