Viral

Miris! Anak SD Ini Jadi Korban Pelecehan Seksual Keluarga Sendiri, Kejang-kejang Hingga Trauma

×

Miris! Anak SD Ini Jadi Korban Pelecehan Seksual Keluarga Sendiri, Kejang-kejang Hingga Trauma

Sebarkan artikel ini
N jadi korban pelecehan seksual
N (kiri) dan ibunya, Caca, dalam sesi podcast Denny Sumargo. (YouTube/Denny Sumargo)

JAKARTA, beritajateng.tv – N, anak perempuan dari empat bersaudara, menjadi korban pelecehan seksual oleh anggota keluarganya sendiri sejak kecil.

Sejak berusia satu tahun, N dititipkan di rumah mertuanya di Kebayoran Lama, sementara ibu kandungnya, Caca, bekerja di Kebayoran Baru, Jakarta.

Caca mulai curiga saat pandemi COVID-19. N, yang saat itu duduk di kelas 3 SD, tiba-tiba pingsan. Meski dokter awal menyatakan kondisi fisiknya aman, N kemudian mengalami kejang-kejang, halusinasi ringan, dan ketakutan di keramaian sejak 2021.

“Suami saya bilang N pernah jatuh di rumah mertua, maka dokter menyarankan CT scan. Karena keterbatasan dana, kami mencoba alternatif lain seperti pijat,” ungkap Caca dalam kanal YouTube CURHAT Bang Denny Sumargo, Senin, 9 Januari 2026.

BACA JUGA: Fakta Kasus Pelecehan Anak oleh Trainer Gym di Semarang: Korban Mau Putus Kena Palak Rp200 Juta

Pada 2024, ketika N mulai pulih, Caca menitipkan anaknya kembali ke rumah mertuanya.

Namun, N sempat pingsan di jalan dekat rumah mertua. Baru kemudian N mengaku kepada orang tua bahwa ia kerap pamannya peluk dan sentuh. Tak hanya itu, perempuan malang itu menjadi korban perkosaan.

Hal tersebut N ceritakan saat ia sedang tertidur pulas bersama ibu, ayah dan adik perempuannya. Kemudian, ibunya tidak sengaja menyenggol sikutnya, ia pun kemudian teriak.

Terkejut, ibunya kemudian bertanya kenapa reaksi anak kandungnya bisa demikian. Ketika ia cek pun, tidak ada luka di bagian sikut N. Dari sana, Caca meminta N bercerita.

“N takut menceritakan lebih awal karena khawatir saya dimarahi suami,” kata Caca.

BACA JUGA: BKPP: ASN Terduga Pelecehan Seksual Terancam Turun Jabatan hingga Kena Pecat 

Saat ini, orang tua N menempuh jalur hukum dan terapi psikologis untuk memulihkan trauma anak mereka, sekaligus memastikan keselamatan dan kesejahteraan N di masa depan.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi orang tua agar selalu waspada terhadap lingkungan anak, terutama ketika dititipkan di luar rumah. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp