Scroll Untuk Baca Artikel
Pariwisata

Mobil Driver Taksi Online Dibawa Kabur Penumpang, Begini Modus Si Pelaku

×

Mobil Driver Taksi Online Dibawa Kabur Penumpang, Begini Modus Si Pelaku

Sebarkan artikel ini
driver taksi online
Seorang driver taksi online kena tipu oleh penumpang yang baru ia kenal, mobil Toyota Avanza miliknya pun raib digondol pelaku. (Arie Budi Kristanto Wibowo/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Berniat membantu seorang lelaki yang belum ia kenal, seorang driver taksi online kehilangan satu unit mobil miliknya sendiri. Sebelumnya ia mengantar lelaki tersebut ke daerah Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.

Kejadian yang menimpa driver taksi online itu terjadi pada Rabu (17/5/2023) malam, pukul 22.30 WIB. Selanjutnya ia pun melapor ke Polsek Getasan pada Selasa (23/5/2023).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra membenarkan kejadian yang menimpa driver taksi online Sutrisno (62) asal Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

“Yang bersangkutan saat kejadian memang langsung menuju ke Polsek Getasan dan langsung diterima personil reskrim Polsek Getasan. Namun karena dokumentasi atau surat surat tanda kepemilikan yang bersangkutan tidak ada, untuk BPKB asli masih menjadi agunan salah satu Bank di Jakarta dan untuk STNK ikut dibawa lari pelaku beserta tanda identitas korban. Sehingga korban kembali melapor ke Polsek Getasan pada 23 Mei 2023 kemarin,” terang Kapolres saat awak beritajateng.tv mengonfirmasi di Polres Semarang, Kamis (24/5/2023).

Kapolres menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Semarang, baik yang berprofesi sebagai jasa angkutan Online maupun offline untuk berhati-hati dalam menerima order. Selain itu, ia menghimbau supaya mereka tidak percaya sepenuhnya kepada orang yang baru bertemu.

Driver Taksi Online dan Pelaku Tidak Saling Kenal

Kapolsek Getasan Iptu Ari Parwanto yang saat itu menerima langsung saat korban melapor menjelaskan, bahwa korban dan pelaku tidak saling kenal. Namun, lantaran orderan saat ini sepi akhirnya korban menerima ordean pelaku tanpa aplikasi.

Tinggalkan Balasan